- Back to Home »
- NAYA
Posted by : Unknown
Kamis, 08 November 2012
Serasa tak sanggup aku melanjutkan
membaca novel kegemaranku itu karena disana di ceritakan proses
melahirkan karena aku pernah mengalaminya tapi tak pernah merasakan
nikmatnya menjadi seorang ibu. Bayi mungilku terenggut begitu saja dari
dekapanku tanpa aku menyadari apa yang sebenarnya telah terjadi serasa
baru kemarin aku menantikan si mungilku itu menghirup udara yang aku
rasakan selama ini serasa baru kemarin aku terbaring merasakan sakit
luar biasa pada bagian perutku menanti kehadiran si jabang bayi, serasa
baru kemarin aku menanti tangis bayiku, serasa baru kemarin aku
mendekapnya dalam buaianku, serasa baru kemarin aku memberinya cairan
kehidupan dariku sebagai seorang ibu, serasa baru kemarin aku
membelainya dengan tanganku, serasa baru kemarin aku membopongnya untuk
menyentuhkan air hujan di jari mungilnya.
Serasa baru kemarin aku
merasakan nikmatnya menjadi seorang ibu tapi dalam jentikan jari semua
itu hilang begitu saja tanpa aku dapat mencegahnya. semudah itu aku
kehilangan permata hatiku. wajah mungilnya masi tersimpan jelas dalam
benakku cara dia memandangku cara dia merengek padaku cara dia merajuk
akan perhatianku. jika aku dapat memutar waktu kembali dan jika
reinkarnasi itu ada dan jika aku boleh memilih akan bereikarnasi sebagai
apa, aku kan memilih menjadi dokter yang membantu persalinan ibuku
ketika melahirkan kakak laki-lakiku dan dengan senang hati mengatakan
bahwa beliau tidak dapat memiliki keturunan lagi selain kakak
laki-lakiku itu sehingga aku terhindar dari terlahir sebagai pecundang
seperti sekarang ini. memang kata agama yang aku anut berdosa besar jika
makhluk di dunia ini menyesali keberadaannya di dunia ini tetapi jika
melihat apa yang sudah aku alami selama aku menjadi penghuni dunia tak
ada satupun bagian hidup ku yang pantas untuk di syukuri. dan puncaknya
adalah aku sebagai seorang ibu tetapi tidak bisa merasakan nikmatnya
menjadi ibu. apa arti semua ini? aku lelah menjalani hidup ini denagan
semua kagagalan-kegagalanku.
Sekarang aku terdampar di tempat
antah berantah dan aku juga tidak tahu akan menjadi apa aku ini dan apa
lagi lelucon dari yang kuasa untuk ku. cerita hidupku tak seindah
novel, cerpen, atau apapun itu yang sering aku baca selama ini. hidup
yang aku lalui selama ini selalu terlibat dari satu kesulitan menuju ke
kesulitan yang berikutnya. kapan aku merasakan setelah gelap terbitlah
terang? andai aku berkuasa menentukan jalan hidupku sendiri aku memilih
untuk tidak pernah terlahir ke dunia ini. hambatan hidup yang aku alami
membuatku pesimis menjalani hidup ini dan inginku menyudahi semuanya.
tapi berdosakah itu? jika betul memang dosa itu ada maka harus
bagaimanakah aku? haruskah aku tetap menjalani hidup sebagai pecundang
selamanya? yang aku inginkan sekarang hanya bertemu dengan buah hatiku
atau setidaknya aku diijinkan untuk tahu kabarnya. aku lelah
menangisinya selama empat tahun lebih belakangan ini. ingatkah dia
padaku, ibunya. bilamanakah aku dapat mendengarnya memangilku ibu?
sempatkah aku mendengar tawanya kembali? dapatkah kau merengkuhnya dalam
buaianku lagi? sampai kapan kau harus seperti ini? sanggupkah aku
menjadi seperti apa yang aku cita-citakan selama ini yaitu menjadi
cerpenis yang di perhitungkan di negara ini dan hasil karyaku dibaca
oleh buah hatiku kemudian kami di pertemukan karena dia mengagumi hasil
karyaku dan akhirnya kami dipersatukan kembali sebagai ibu dan anak
sebagai mana mestinya. apakah yang aku inginkan itu dapat tercapai?
siapa yang tahu? banayak detik, menit, jam, hari, bulan, tahun yang
terlewat tanpa Naya disisiku.
Betapa berat aku merindukannya
tanpa tahu samapai kapan penantianku berakhir. cerita sedih tak
berkesudahan yang aku alami semoga tak dialami oleh anak turunku kelak.
cukup aku saja yang mengalaminya tak dapat aku bayangkan jika cerita
sedihku terjadi apad keturunanku dapatkah mereka bertahan hidup di dunia
yang kejam ini? salah kah aku jika meminta jangan ada manusia sepertiku
terlahir di dunia ini meskipun itu terlahir dari rahimku sendiri. bukan
aku meneyesali kelahiran buah hatiku tapi aku menyesali mengapa aku
terlahir hingga akhirnya aku melahirkan Naya-ku dan menempatkan nya pada
pososisi yang aku yakin anak manapun tak menginginkannya. maafkan aku
Nay. bukan inginku semua ini. bukan maksudku menyulitkan mu Nay. akan
aku lakuka segalanya untuk mendapatkan maaf mu. akan kuberikan hidupku
jika itu dapat menebus kesalahanku padamu Nay. tapi ijinkan aku
memperkenalkan diri sebagai ibumu walau hanya dalam mimpi. sedang apa
kau sekarang Nay? apa makanan kesukaanmu Nay? apakah merah masih menjadi
warna favoritmu Nay? apakah kau masih suka starwbery? masih Dora the
explorerkah kartun favoritmu? masih samakah lagu kesukaanmu seperti
ketika kau bersamaku Nay? sudah sebesar apa kau sekarang Nay? sepanjang
apa rambut mu Nay? Naya, masih suka kah pada cuaca hujan? Naya ku, Dani
kangen, Nak.




