Atiqah dan Rio, Pilih FTV Atau Film?
Posted by : Unknown Sabtu, 23 Maret 2013

Atiqah dan Rio saat di kantor Yahoo! Indonesia (Foto: Jonathan Rian/Yahoo!)Pasangan Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto akhirnya bermain bersama dalam satu film lewat sebuah karya garapan sutradara Titin Watimena "Hello Goodbye". Film yang mengambil latar kota Busan, Korea Selatan ini pun turut dibintangi artis Korea, Eru.

Berkat film ini, Atiqah dan Rio pergi menghadiri festival film terbesar di Asia, Festival Film Internasional Busan pada 4-13 Oktober 2012 di Busan, Korea Selatan. “Hello Goodbye” mendapat kesempatan diputar tiga kali dalam festival tersebut — pada 6, 9, dan 12 Oktober.

Di tengah kesibukan mereka, Atiqah dan Rio menyempatkan diri untuk mampir ke kantor Yahoo! Indonesia di kawasan Senayan pada Senin (22/10) siang. Kira-kira mana yang lebih disukai Atiqah dan Rio, bermain FTV atau film?

Atiqah berperan jadi Indah di "Hello Goodbye", cerita dong tentang karaktermu di film ini?
Indah itu seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di kota Busan, Korea Selatan. Dia perempuan yang ambisius. Saking ambisiusnya, dia tidak bisa menikmati cara menikmati hidup saat ini, dan lupa bagaimana cara menikmatinya.

Kalau karakter Rio?
Saya di "Hello Goodbye" jadi Abi. Dia seorang anak buah kapal yang bekerja di sebuah perusahaan kontainer Singapura. Saya sedang mau mengirim barang ke Korea Selatan. Sampai di sana, saya terkena serangan jantung. Karena saya warga negara Indonesia, jadi saya diurus oleh Indah. Abi memiliki karakter menyerupai Indah, tapi bedanya Abi lebih bisa menikmati hidup saat ini. Abi lebih tidak tahu apa yang harus dilakukan, dan dia tidak suka hal yang bersifat kewajiban.

Pas jadi anak buah kapal, Rio lakukan riset dulu?
Kebetulan... tidak sih. Hehehe. Saya hanya lebih berkonsultasi dengan Mbak Titin sang sutradara saja sih. Maunya dia apa. Karena kan Mbak Titin penulisnya, jadi dia lebih tahu seperti apa Abi ini. Sebenarnya sih saya lebih mencari tahu mengenai orang yang memiliki penyakit jantung, seperti apa saja hal yang suka dia lakukan, kemudian saat dia terkena serangan jantung tuh seperti apa.

Apa sih yang menggemaskan dari “Hello Goodbye”?
ATIQAH: Film ini tuh tipikal cerita yang bikin orang yang menonton geregetan. "Hiii, apa sih maunya dua orang ini." Dua-duanya sama punya ego yang tinggi.

FTV dan film, mana yang lebih seru?
ATIQAH: Saya sih lebih menikmati proses pembuatan film. Film kan prosesnya lebih lama ya. Lebih serius pembuatannya, mulai dari diskusi dengan sutradara, latihan akting. Kalau buat saya sih lebih bikin banyak belajar. Kalau FTV kan lebih cepat ya. Tapi FTV juga ada enaknya. Saya juga tidak mengerti bagaimana cara menjelaskannya, mungkin karena tekanannya tidak seberat di film, berakting jadi lebih menyenangkan.

RIO: Kurang lebih saya sama seperti Atiqah. Saya memang memulai dari FTV baru ke film. FTV membuat saya bisa introspeksi diri, melihat sejauh mana perkembangan kemampuan akting saya karena kan jarak dari syuting ke penayangannya cepat. Kalau film lama. Ini saja syuting tahun lalu, baru tayang tahun ini.

Berapa lama waktu itu syuting "Hello Goodbye"?
Tiga minggu, kurang lebih 18 hari lah.

Kalian datang ke Festival Film Internasional Busan ya?
RIO: Iya karena diundang kan tidak enak kalau tidak datang. Kami datang, berjalan di karpet merah, dan itu merupakan kesempatan besar banget. Saya baru pertama kali ke acara sebesar itu.

ATIQAH: Kami orang-orang norak deh pokoknya. Hahaha. Kami datang di karpet merah sebenarnya sebagai ajang promosi juga, karena ini kan ajang besar. Kalau kami tidak berjalan di karpet merah mungkin tidak akan ada yang menyadari.

Proyek selanjutnya?
ATIQAH: Ada beberapa sih, sudah selesai syuting, tinggal tunggu dirilis. Ada "Java Heat", main bareng Rio juga. Ada satu lagi film bersama Falcon juga.

RIO: Sekarang saya mulai main sinetron, yang tayang setiap hari. Nonton ya! Haha. Kalau film ya itu, "Java Heat" dan "Mursala" yang syuting di Tapanuli.

Main sinetron susah dong mengatur waktunya?
Iya ini juga agak tidak enak badan. Tiap hari sebenarnya syuting, tapi karena kemarin selesai syuting pagi, jadi hari ini istirahat dulu.

Jadi yang menarik dari film ini adalah?
Film ini tentang percintaan yang cara berceritanya klasik. Justru ini menjadi warna, bisa menjadi tontonan yang segar. Cerita klasik dengan pengemasan yang modern. Percintaan yang sederhana, tapi lebih pada perenungan dua manusia. Tidak ada drama-drama berlebihanlah.

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Free counters! ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Ping your blog, website, or RSS feed for Free


Popular Post

Blogger templates

Blog Archive

Total Pageviews

About

Social Icons

Live Visitor's

Menurutkamu

Pasang FREE

ads ads ads ads
Powered By Blogger

Wikipedia

Hasil penelusuran

Followers

Pages - Menu

Transalte

Social Icons

BLOGROLL

www.derilsites.blogspot.com

About Me

Featured Posts

- Copyright © DHAN -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -