- Back to Home »
- Sepuluh Trivia Film "Mama"
(Dok. Universal Studios)
Dalam
masa putar kurang dari satu bulan, “Mama” (2013) yang hanya dibuat
dengan dana $15 juta telah berhasil meraup lebih dari $77 juta. Meski
sambutan kritikus film tak terlalu hangat, dari segi finansial, film
horor yang disutradarai oleh Andres Muschietti ini sudah tergolong
sukses.
Penonton sendiri banyak yang tidak tahu “Mama” telah
mengalami perjalanan panjang dari layar festival film di Spanyol sampai
akhirnya tampil di layar lebar di seluruh dunia. Ingin tahu
cerita-cerita menarik di belakang film ini? Berikut adalah sepuluh
trivia tentang film “Mama”:
1. “Mama” (2013) merupakan adaptasi
film pendek karya Andrés Muschietti dan adiknya, Barbara Muschietti,
yang dibuat beberapa tahun sebelumnya. Syuting film pendek “Mama” hanya
berlangsung satu hari di tahun 2006. Namun, baru di tahun 2008 film
tersebut diedit dan ditambahkan efek visual untuk melengkapi.
Setelahnya, “Mama” pun diputar di Festival Film Sitges. Setelah itu,
film ini pun menarik banyak perhatian dan mencuatkan nama Muschietti
yang sebelumnya hanya dikenal sebagai sutradara pembuat iklan.
2.
Meski “Mama” sudah menyedot perhatian sejak tampil di Sitges, Guillermo
del Toro baru tahu tentang film ini setelah disodori oleh asistennya.
Setiap tahun, del Toro menonton beberapa puluh film pendek untuk mencari
bakat-bakat baru perfilman. Ketika ia menemukan film pendek buatan
Muschietti, del Toro pun langsung tergerak untuk menelepon sang
sutradara. Pertemuan keduanya berlanjut panjang dan membawa del Toro
pada posisi produser dalam versi film panjangnya.
3.
Bertentangan dengan asumsi orang, berbagai keputusan kreatif yang dapat
kita temukan dalam film ini datang dari Andrés Muschietti sendiri.
Beberapa contohnya adalah tampilan kakak-adik Victoria dan Lilly
Desanges yang berambut pirang. Del Toro lebih memilih menghadirkan dua
gadis kecil berambut gelap, sementara Muschietti ingin sebaliknya.
Gaya
kabin reyot tempat kedua gadis tersebut ditemukan juga ditentukan oleh
sang sutradara. Bila del Toro membayangkan kabin tersebut akan berbentuk
semi-gothic dan berasal dari tahun 1800-an, Muschietti justru ingin
tempat tersebut terlihat lebih modern dan memiliki gaya dari tahun
1950-an.
4. Salah satu kemenangan besar yang dicapai oleh para
pembuat film “Mama” adalah keberhasilan mereka merekrut Jessica Chastain
sebagai pemeran utama. Sewaktu dipilih sebagai pemeran Annabel,
Chastain memang sudah terlibat dalam film-film seperti “The Tree of
Life”, “The Help”, “Lawless”, dan “Take Shelter”. Tetapi, sebagian besar
dari film-film tersebut belum beredar sehingga saat itu popularitas
Chastain belum menanjak tajam.
Sang aktris sendiri tertarik pada
sosok Annabel dalam film “Mama” karena karakternya berbeda dengan
peran-peran sebelumnya. Meski demikian, Chastain tidak main-main dengan
tugasnya. Del Toro sendiri menjelaskan bahwa Chastain punya
rasionalisasinya sendiri tentang tampilan fisik Annabel, bajunya, sampai
tatonya sekalipun.
Menurut Chastain, tato gurita yang dimiliki
Annabel menggambarkan karakternya. Ketika Annabel mendapati dirinya
tersangkut dalam situasi yang tak disukainya, seperti sang gurita, ia
akan menanggalkan tentakelnya dan menumbuhkan tentakel baru untuk
melarikan diri.
5.
Ternyata, ada sedikit kendala komunikasi saat produksi film “Mama”.
Isabelle [Nélisse] kecil, yang berperan sebagai Lilly, tidak bisa bicara
bahasa Inggris sepatah kata pun, kata Barbara Muschietti dalam
wawancara dengan ScreenCrave.
Dalam film, Nélisse (yang hanya bisa bahasa Prancis) memang tidak
diberikan porsi dialog yang banyak dan lebih banyak berbicara dengan
bahasa tubuh. Tetapi, ini tidak mencegah Nélisse untuk memberikan
penampilan yang apik sebagai seorang gadis yang sejak kecil tinggal di
hutan.
6. Sejak awal, Andrés Muschietti sudah memiliki konsep
yang kuat mengenai bagaimana Mama akan ditampilkan dalam filmnya.
Muschietti yang terkesan sekaligus takut dengan lukisan-lukisan karya
Modigliani sejak kecil kemudian menggunakan gaya yang ditemukannya
disini untuk menggambarkan sosok Mama. “Kami punya lukisan Modigliani
sewaktu masih kecil, dan lukisan itu menakuti kami setengah mati. Ketika
ia [Andrés] mulai menggambar Mama, jelas bahwa ada pengaruh Modigliani
pada Mama,” kata Barbara.
“Potret yang dibuatnya [Modigliani]
semua adalah wanita yang tidak punya mata, mata mereka kosong, mereka
juga punya wajah dan leher yang memanjang. Saya tidak tahu apakah ini
menakutkan untuk semua orang, tapi untuk untuk banyak orang, ini sungguh
menakutkan,” kata Andrés di situs ShockTillYouDrop.
7.
Bila Anda takut sekaligus kagum dengan penampilan Mama yang mengerikan,
maka Anda perlu berkenalan dengan sosok Javier Botet. Benar, pemeran
sosok menakutkan yang selalu menemani Victoria dan Lilly adalah seorang
pria. Meski tak familiar dengan namanya, Anda mungkin familiar dengan
filmnya. Aktor asal Spanyol ini pernah tampil di akhir film “[Rec]”
(2007).
Botet bisa memerankan sosok-sosok horor ini karena
menderita Marfan syndrome. Sindrom ini menyebabkan Botet memiliki tubuh
tinggi kurus dengan jari-jari yang panjang. Ia juga bisa melepas
sendi-sendinya, sehingga banyak gerakan yang tak mampu dilakukan oleh
orang normal dapat dilakukan dengan mudah oleh sang aktor.
8.
Untuk membentuk Mama menjadi sebuah karakter nyata yang utuh, tim efek
spesial yang dipimpin oleh Edward Taylor bertanggung jawab untuk
menghadirkan efek digital rambut Mama yang melayang-layang.
Sementara
itu, alat bantu yang digunakan untuk menguatkan kesan horor pada
penampilan Javier Botet ditangani oleh Montse Ribé dan David Martí dari
DDT Effects. Mereka membuat alat untuk memanjangkan leher dan jari-jari
Botet serta mendistorsikan wajahnya agar tak lagi mirip manusia.
Untuk
menyamai pergerakan rambut digitalnya yang luwes, sang desainer kostum,
Luis Sequeira, membuatkan 15 versi gaun yang dikenakan Mama. Setiap
gaun ini dijahit dengan tangan dan diwarnai sehingga dapat tampil dari
satu adegan ke adegan lain dan terlihat seperti bagian gaun yang sama.
9.
Bila Anda sudah melihat video di belakang pembuatan film “Mama” yang
menghadirkan rekaman tes gerakan Javier Botet, tak sulit untuk memahami
bahwa film ini memang tidak mengandalkan banyak CGI. Tetapi, bila Anda
belum melihat sendiri bagaimana Botet berjalan sambil melepaskan
sendi-sendinya, Anda mungkin akan mengira bahwa yang Anda lihat adalah
efek komputer.
“Seseorang berkata pada saya bahwa satu-satunya
efek visual yang tidak bisa dipercayainya adalah Mama, tubuhnya terlihat
“terlalu CG [computer generated].” Saya bilang, “Itu adalah seorang
pria!” kata del Toro dalam wawancara dengan TwitchFilm. “Satu-satunya CGI di makhluk bernama Mama ini adalah pada rambutnya.”
10.
Properti dalam satu film kadang-kadang dipinjam untuk digunakan dalam
film lain. Di film “Mama”, ada beberapa properti yang dipinjam oleh
Guillermo del Toro untuk digunakan di film barunya, “Pacific Rim”
(2013). Apakah itu? “Yang pertama adalah sebuah pohon. Saya bilang, kami
butuh pohon untuk adegan kilas balik, jadi saya ambil pohonnya. Dan
juga tiga dinding dan sebuah lorong. Saya kemudian mengecatnya dengan
warna lain,” kata del Toro.




