- Back to Home »
- Bakti Olahraga Djarum Foundation
Posted by : Unknown
Rabu, 24 April 2013

Berdirinya PB Djarum sejak tahun 1969, adalah wujud dari semangat
sebuah cita-cita besar. Prestasi demi prestasi ditoreh. Kemenangan demi
kemenangan diraih. Nama Indonesia pun berkibar di kejuaraan bulutangkis
internasional. Kini dedikasi itu terus berlanjut. Dengan pemberian
Djarum Beasiswa Bulutangkis yang memberi fasilitas modern bagi atlet
muda berprestasi, semua demi terus mengangkat martabat dan kejayaan
Indonesia di mata dunia.
Djarum percaya bahwa olahraga dan persaingan yang sehat merupakan
bagian penting dari pembangunan karakter setiap orang. Melihat
pentingnya hal ini, kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas hidup
dan memperkuat masyarakat melalui olahraga, terutama bulutangkis.
PB Djarum
Berawal dari semangat Djarum yang sangat menjunjung tinggi sportifitas
dan semangat bersaing positif dalam meraih kemenangan, maka lahirlah
Perkumpulan Bulutangkis Djarum (PB Djarum) di kota Kudus, Jawa Tengah.
Dari sinilah denyut bulutangkis di Kudus mulai terasa berdegup keras.
PB Djarum pun terus berusaha membumikan bulutangkis, sebagai olahraga
yang dapat membawa nama besar ibu pertiwi di kancah dunia.
Prestasi demi prestasi pun mulai nampak dan mengalir semakin deras.
Melalui pembibitan, permasalan dan pembinaan yang serius, PB Djarum
berhasil melahirkan atlet-atlet bulutangkis kelas dunia.
Sebutlah Liem Swie King, Kartono, Christian Hadinata, Hastomo Arbi,
Hadiyanto, Heryanto, dan Hadibowo, yang dijuluki "The Magnificent Seven
of Djarum" saat merebut Piala Thomas 1984 – di era 1970 hingga 1980-an.
Kemudian ada Ivana Lie, Kho Mei Hwa dan Ho Djay Ging di sektor putrinya.
Pada dekade 1990, generasi berikutnya muncul sosok Hariyanto Arbi, Alan
Budi Kusuma, Ardy B. Wiranata, Eddy Hartono, Rudy Gunawan, Denny
Kantono dan Antonius Budi Ariantho. Sementara di bagian putri ada Yuni
Kartika, Yuliani Sentosa, Minarti Timur, Ellen Angelina dan Zelin
Resiana. Mereka semua turut memberikan andil penting dalam era keemasan
bulutangkis Indonesia. Gelar-gelar bergengsi seperti All England,
Kejuaraan Dunia, Piala Thomas, Piala Uber, hingga Olimpiade berhasil
mereka menangkan secara bergiliran.
Di era milenium baru, generasi PB Djarum melahirkan Sigit Budiarto,
Luluk Hadiyanto, Maria Kristin, Tontowi Ahmad, Mohammad Ahsan, Dionysius
Hayom Rumbaka, Fran Kurniawan, Muhammad Rijal, Meiliana Jauhari, Shendy
Puspa Irawati, Maria Febe Kusumastuti, Debby Susanto, Yohanes Rendy
Sugiarto, Afiat Yuris Wirawan, Komala Dewi, Jenna Gozali, Arief Gifar
Ramadhan, Riyanto Subagja, dan Shesar Hiren Rhustavito.
Djarum Beasiswa Bulutangkis
Semangat untuk terus berprestasi. Itulah yang hingga kini masih terus
kami pegang teguh. Salah satu wujud dari semua itu adalah berdirinya GOR
Jati-Kudus yang kini disebut Pusat Pelatihan Bulutangkis Djarum, pada
tahun 2006. GOR tersebut menjadi pusat pelatihan yang begitu berdiri
megah, di atas tanah seluas 43.207 m2.
Komitmen dan perhatian Djarum terhadap bulutangkis memang takkan pernah
pudar. Meski prestasi Indonesia mengalami pasang surut. Pusat pelatihan
baru ini menjadi langkah lanjutan untuk mencetak calon juara dunia.
PB Djarum secara rutin melakukan seleksi audisi umum 1 kali dalam
setahun, di setiap musim liburan sekolah anak-anak. Audisi umum ini
dilakukan untuk mencari bibit bulutangkis yang berpotensi di usia 10-15
tahun. Pendaftar yang memenuhi persyaratan boleh mengikuti audisi umum
tanpa dipungut biaya.
Apa Yang Dicakup Beasiswa Bulutangkis PB Djarum?
- Penginapan yang nyaman dan serba modern, asrama untuk putra dan putri terpisah
- Ruang latihan eksklusif dengan 16 lapangan dan 1 lapangan pasir di GOR Djarum Jati Kudus, dan 3 lapangan di GOR Djarum Petamburan Jakarta
- Penyediaan makanan dan kualitas gizi yang sempurna
- Alat dan perlengkapan bulutangkis berkualitas seperti raket dan shuttlecock
- Fasilitas penunjang lain seperti ruang fitness, ruang serbaguna, ruang fisioterapi, ruang pijat/ urut, serta ruang perpustakaan, komputer dan akses internet
-
Akses mendapatkan fasilitas olahraga dan pelatih bulutangkis bertaraf internasional seperti :
- Pelatih Ganda : Christian Hadinata, Aryono Miranat, Antonius Budi Ariantho, Sigit Budiarto, David Pohan, Rudy Gunawan Haditono, dan Ade Lukas
- Pelatih Tunggal : Fung Permadi, Hastomo Arbi, Agus Dwi Santoso, Ellen Angelina, Anjib Kurniawan, Rusmanto Djoko Semaun, Agung Susilo, dan Ferry
- Team Manager : Fung Permadi
- Kesempatan berlatih dengan para atlet PB Djarum, pemain bulutangkis nasional, dan juga mantan pemain bulutangkis kelas dunia
- Dibebaskan dari biaya pendaftaran, biaya perjalanan, dan biaya akomodasi dalam setiap mengikuti turnamen bulutangkis tingkat nasional dan internasional
Program Olahraga lainnya
Untuk mengembalikan kejayaan bulutangkis Indonesia, program Bakti Olahraga Djarum Foundation menyelenggarakan kegiatan Djarum Badminton All Stars di daerah yang berbeda setiap kali penyelenggaraan. Kegiatan ini diisi dengan coaching clinic untuk
atlet pemula dan pelatih lokal yang memaparkan hal-hal mendasar dalam
melatih seorang atlet dan memolesnya untuk menjadi seorang juara serta
pertandingan eksebisi yang menampilkan legenda PB Djarum, atlet PB
Djarum yang masih aktif dan atlet lokal.
Informasi lebih lengkap seputar program Djarum Beasiswa Bulutangkis, silakan kunjungi:





