- Back to Home »
- Iran dan Qatar Duel dengan Bikin Biopic Nabi Muhammad
Posted by : Unknown
Rabu, 17 April 2013
POLITIK & TUAI PROTES
Dua proyek biopic Nabi Muhammad dari Iran dan Qatar ini langsung memancing komentar dari beberapa pengamat film dan politik kawasan Timur Tengah. Pemicunya bukan karena perbedaan angka biaya produksi yang bagaikan langit dan bumi, tapi soal interpretasi terhadap kehidupan Nabi Muhammad itu sendiri. Apalagi, mengingat Iran dan Qatar mempunyai kultur Islam yang berbeda. Masyarakat Qatar didominasi oleh Muslim Sunni, sedangkan Iran memiliki penduduk yang mayoritas Muslim Syiah.
"Ini merupakan benar-benar pertarungan politik, setiap pihak memiliki interpretasi yang berbeda tentang Al-Qur'an," ujar Philippe Ragel, pengamat film Iran dari Universitas Toulouse.
Politik atau bukan, yang pasti proyek biopic Nabi Muhammad ini sudah memicu protes dari kalangan Muslim Sunni di Universitas Al-Azhar, yang meminta film Majid Majidi dilarang produksi. Sebab, sang sutradara berencana untuk memperlihatkan sosok Nabi Muhammad—meski bukan wajahnya.
"Muslim Sunni memang memiliki aturan lebih ketat dalam hal menggambarkan Nabi Muhammad ketimbang Muslim Syiah," papar Lesley Hazleton, penulis buku biografi Nabi Muhammad, The First Muslim.
Dua biopic tentang Nabi Muhammad ini memang berpotensi menuai protes. Tercatat dalam sejarah, protes besar-besaran pernah terjadi pada Maret tahun 1977. Saat itu, The Message, film berbahasa Inggris karya Moustapha Akkad yang berkisah tentang kehidupan Nabi Muhammad dan dibintangi oleh Anthony Quinn mengakibatkan 149 orang disandera oleh kelompok bersenjata di Washington D.C., Amerika Serikat. Alhasil, nyawa seorang jurnalis dan satu petugas polisi melayang, plus politikus Marion Barry kena tembak.
Atau, saat kreator serial animasi South Park, Trey Parker dan Matt Stone, diancam karena nekat menggambarkan Nabi Muhammad dengan kostum beruang. Satu lagi protes besar-besaran di dunia terjadi pada September tahun lalu, ketika film Innocence of Muslims bikinan filmmaker Amerika rilis di Youtube. Film tersebut menggambarkan Nabi Muhammad sebagai seorang pedofilia dan playboy.




