Memori
Posted by : Unknown Jumat, 26 April 2013




            Lupa dan ingat adalah dua hal yang wajar dalam kehidupan. Keduanya merupakan bagian dari memori manusia. Hampir semua aktivitas manusia membutuhkan memori. Seperti misalnya dalam hal mengingat materi mata kuliah yang telah dijelaskan oleh dosen, mengingat nama teman-teman kita, mengingat tempat-tempat menarik yang pernah kita kunjungi, mengingat saat pertama kali kita jatuh cinta, dan masih banyak lagi. Kemampuan manusia dalam menyimpan memori pun berbeda-beda, tergantung dari usia, kapasitas memorinya, serta dari tiga proses dasar dalam membangun memori tersebut, yaitu encoding (pengkodean),  storage (penyimpanan), dan retrieval (pemanggilan kembali). Secara teoritis, memori manusia dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu sensory memory, short-term memory, dan long term memory.
            Sensory memory mengacu pada kondisi awal, perekaman informasi sementara di sistem sensor. Contoh dalam kehidupan sehari-hari adalah, saat sedang bercanda  saya pernah dicubit oleh teman, beberapa detik setelah dicubit saya masih bisa merasakan dan mengingat rasa cubitan tersebut, sakit. Namun tidak lama kemudian rasa sakit akan cubitan itu akan menghilang.
            Sedangkan short-term memory mengacu pada kemampuan seseorang untuk menyimpan memori secara sementara. Misalnya saya diminta untuk membaca dan kemudian mengingat dua belas angka yang ditulis secara acak, saya bisa mengulang untuk menyebutkan angka-angka tersebut dan menyimpannya hanya dalam waktu sekitar 15 detik setelah angka-angka tersebut saya baca, jika sudah di atas 15 detik biasanya ingatan tersebut sudah mulai lemah, dan beberapa menit atau jam ke depan biasanya lupa, atau disebut dengan decay (musnahnya memori jangka pendek).
            Kemudian, long term memory. Ini merupakan proses penyimpanan informasi yang lebih permanen, daya simpannya tidak terbatas, dan kapasitasnya sangat besar. Misalnya memori masa kecil. Saya masih bisa mengingat salah satu bagian dari masa kecil saya, yaitu saat saya masih berusia 6 tahun. Ketika itu saya masih tinggal di Poso, Sulawesi Tengah. Di sana terjadi perang poso yang sangat mengerikan. Setiap hari  saya mendengar suara tembakan, di sungai dekat tempat pengungsian pun tidak jarang terlihat mayat yang hanyut, belum lagi saya harus melihat rumah-rumah warga yang rusak karena dibakar oleh pasukan yang memberontak. Dalam kondisi seperti itu pun terkadang terjadi gempa bumi kecil, sehingga semua sekolah diliburkan. Tidak tahan dengan kondisi seperti itu, akhirnya keluarga saya memutuskan untuk pindah ke Jawa, ke kampung halaman ayah. Sungguh, tragedi perang poso ini sangat sulit bahkan tidak akan bisa saya lupakan karena merupakan pengalaman pribadi dan bukan merupakan kejadian yang biasa dalam hidup saya.
            Meskipun manusia dibekali dengan ingatan, namun masih saja bisa mengalami sesuatu yang disebut “lupa.” Hal tersebut bisa terjadi karena kurang sempurnanya tiga proses dasar yang telah saya sebutkan sebelumnya, yaitu encoding, storage, dan retrieval.  Cara untuk meningkatkan memori sebenarnya cukup mudah dan bisa kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, seperti misalnya mengunyah permen karet, mengisi teka-teki silang (TTS), berpidato atau mengajar, pola hidup sehat yaitu dengan memperhatikan kandungan gizi dari makanan yang kita konsumsi dan diimbangi dengan olahraga yang teratur, tidur yang cukup, dan lain sebagainya.
            Kejadian  “lupa” yang dialami seseorang, dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa teori, yaitu :
  1. Decay theory
            Teori ini beranggapan bahwa memori seseorang akan semakin aus seiring berlalunya waktu apabila tidak pernah diulang kembali. Contoh : beberapa bulan yang lalu saat saya berada di kampus C Universitas Airlangga untuk melakukan daftar ulang sebagai mahasiswi baru, saya berkenalan dengan seseorang. Namun karena saat itu kami hanya sekedar menyebutkan nama dan berjabat tangan lalu setelah itu berpisah, tanpa saya berusaha untuk mengingat kembali namanya, dalam waktu kurang dari satu jam saya sama sekali sudah tidak ingat dengan nama seseorang itu.
2.Teori Interferensi
            Teori ini beranggapan bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang masih ada dalam gudang memori (tidak mengalami keausan), akan tetapi jejak-jejak ingatan saling bercampur aduk, sehingga mengganggu satu sama lain. Bisa jadi bahwa informasi yang baru saja kita terima akan mengganggu informasi yang lama, dan atau sebaliknya.
            Saya pernah saat mengikuti mata kuliah, entah karena pada saat itu kurang konsentrasi atau bagaimana, saya lupa dengan penjelasan dosen mengenai materi sebelumnya, yang saya ingat hanyalah penjelasan yang baru saja diucapkan. Sehingga ketika hendak mencatat di buku, yang saya tulis hanyalah informasi yang baru saya dengar.
3.Teori Retrieval Failure
            Sebenarnya teori ini hampir sama dengan teori interferensi bahwa informasi yang sudah disimpan dalam memori jangka panjang selalu ada, tetapi kegagalan untuk mengingat kembali lebih disebabkan tidak adanya petunjuk yang memadai. Namun, apabila dalam pemanggilan kembali informasi disajikan dengan cara dan petunjuk yang tepat, maka informasi yang hampir dilupakan tersebut dapat dipanggil kembali.
            Sebagai pengalaman, saya pernah lupa dengan wajah teman TK saya. Kami sudah bertahun-tahun tidak bertemu. Hingga suatu saat ketika saya diajak oleh ibu pergi ke rumah rekannya, saya bertemu dengan seseorang yang sebaya dengan saya. Lalu ibu saya mengatakan bahwa itu teman akrab saya waktu kecil, kebetulan ternyata dia adalah keponakan dari rekan ibu saya yang kebetulan juga sedang berlibur di rumah tersebut. Dia tersenyum, dan hal itu semakin membuat saya penasaran dan bingung. Saya berusaha mengingat kembali tentang wajah teman kecil yang seperti dia, tapi saya tidak mengingatnya. Lalu ibu mencoba mengingatkan kepada saya bahwa dulu saat kecil kami selalu bermain bersama di taman dekat sekolah, rumah kami yang dulu berdekatan, dan dia adalah teman sebangku saya saat TK. Akhirnya berdasarkan petunjuk yang diberikan oleh ibu, saya berhasil mengingat teman TK saya tersebut, kemudian seketika itu dia langsung duduk di sebelah saya dan memeluk saya, dan kami bercerita banyak saat itu, membicarakan masa kecil.
4.Teori Motivated Forgetting
            Teori ini mengatakan bahwa seseorang akan cenderung berusaha melupakan sesuatu yang tidak menyenangkan dalam hidupnya. Ingatan tentang hal yang tidak menyenangkan itu sesungguhnya masih ada, hanya saja ditekan atau ditolak untuk hadir lagi dalam kesadaran kita.
            Misalnya ketika kita dihianati oleh teman, kita pasti akan merasa kecewa dan sakit hati karena dihianati merupakan hal yang tidak menyenangkan. Sehingga kita akan berusaha untuk melupakan teman kita tersebut dan berusaha untuk tidak mengingat semua tentangnya, karena semakin diingat maka akan semakin dalam rasa sakit itu.
5. Lupa karena sebab-sebab fisiologis.
            Contoh dari lupa karena sebab fisiologis adalah amnesia. Hal ini bisa terjadi karena adanya perubahan fisik atau gangguan di otak karena sebab-sebab tertentu.

   Seperti itulah “ingat dan lupa” (bagian dari memori) dalam kehidupan manusia. Keduanya tidak akan pernah bisa lepas. Kemampuan memori manusia memang terbatas, namun pada hakekatnya memori yang tercanggih di dunia ialah memori manusia. Untuk itu, kita harus terus menjaga dan mengasahnya.



 Sumber :
 1.PPT mata kuliah
 2.makelarz.blogspotcom/2008/01/memori-manusia.html
 3.utamitamii.blogspot.com/2012/04/teori-ingatan-memory-dalam-psikologi-html

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Free counters! ping fast  my blog, website, or RSS feed for Free Ping your blog, website, or RSS feed for Free


Popular Post

Blogger templates

Blog Archive

Total Pageviews

About

Social Icons

Live Visitor's

Menurutkamu

Pasang FREE

ads ads ads ads
Powered By Blogger

Wikipedia

Hasil penelusuran

Followers

Pages - Menu

Transalte

Social Icons

BLOGROLL

www.derilsites.blogspot.com

About Me

Featured Posts

- Copyright © DHAN -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -