- Back to Home »
- Relasi-relasi penting dalam hidup dan ketertarikan
Manusia adalah makhluk sosial, dia tidak dapat hidup sendiri tanpa
bantuan dari orang lain. Oleh karena itu manusia perlu untuk
berinteraksi dengan orang yang ada di sekitarnya. Dan dari interaksi
yang telah dilakukan pasti akan menimbulkan suatu relasi yang dekat.
Relasi-relasi itulah yang nantinya akan berpengaruh dalam kehidupan
setiap individu, entah dalam pemenuhan kebutuhan maupun dalam
pembentukan karakter. Menurut saya dan beberapa teman saya, ada tiga
relasi terpenting di dalam hidup kami, yaitu orang tua, teman, serta
kakak atau adik.
Pertama, orang tua, merupakan sumber dari “secure
attachment” yang senantiasa memberikan rasa aman dan nyaman. Tanpa
mereka, kita tidak akan ada di dunia ini. Orang tua juga merupakan media
sosialisasi primer dalam kehidupan setiap individu, dimana karakter
dasar seseorang akan terbentuk di dalamnya. Adapun kebutuhan yang kita
dapat dari orang tua adalah mencakup kebutuhan fisik berupa ditimang,
dibelai, dipeluk, dan lain-lain. Kemudian kebutuhan ekonomi, seperti
misalnya biaya pendidikan. Dan yang terakhir adalah kebutuhan
psikologis, contohnya adalah pemberian pujian saat kita berhasil
melakukan sesuatu yang diharapkan.
Kedua, teman, dengan adanya teman maka kita dapat
belajar untuk bersosialisasi dengan orang lain di luar lingkungan
keluarga. Teman juga dapat dijadikan tempat untuk berbagi curahan hati
(curhat) selain keluarga, karena terkadang ada suatu hal yang tidak
dapat kita ceritakan pada keluarga, entah mungkin karena gengsi atau
malu. Di dalam lingkungan pertemanan, kita juga dapat belajar untuk
lebih mengembangkan diri dalam hal berinteraksi dengan orang lain,
bekerja sama, serta dalam hal mengembangkan minat dan bakat. Tentunya
dalam sebuah pertemanan, kita pun memiliki kebutuhan untuk diakui di
dalamnya. Dan sebagai timbal baliknya, kita harus mampu untuk
beradaptasi dalam lingkungan pertemanan tersebut agar kehadiran kita
dapat diterima.
Ketiga, kakak atau adik. Mereka memiliki relasi yang
dekat dengan kita karena mereka merupakan bagian dari anggota keluarga
kita. Kehadiran mereka membuat kita belajar untuk saling menyayangi,
peduli, menghargai, tolong-menolong, dan melindungi satu sama lain.
Kakak atau adik juga merupakan pelengkap di dalam rumah agar kita tidak
merasa sepi.
Di sisi lain, selain tiga relasi penting atau utama
yang telah saya sebutkan di atas, ada satu lagi relasi yang kita miliki
di dalam hidup, yaitu “love”. Cinta merupakan sesuatu yang abstrak, dia
tidak dapat dilihat namun dapat dirasakan. Setiap orang pada saatnya
pasti akan mengalami sebuah ketertarikan (attraction) atau rasa cinta
pada lawan jenisnya. Bagaimana penampilan fisik mempengaruhi
ketertarikan?. Pada dasarnya hampir setiap orang mendambakan pasangan
yang tampan atau cantik. Sebuah ketertarikan juga dapat muncul apabila
kita melihat orang yang rapi dan bersih. Seperti kata pepatah, “dari
mata turun ke hati”. Lalu, penampilan fisik juga merupakan cerminan dari
personality seseorang. Apabila penampilan fisik seseorang terlihat baik
dan terawat, maka seperti itu pula lah jiwanya, sehingga tidak heran
jika hal tersebut dapat menimbulkan suatu ketertarikan bagi yang
melihatnya.
Dalam sebuah hasil penelitian, dikatakan bahwa sebuah
kesamaan yang dimiliki oleh seseorang dengan orang lain lebih dapat
memicu adanya ketertarikan satu sama lain. Misalnya jika kita memiliki
hobi yang sama dengan seseorang, maka saat kita berbagi cerita dengannya
kita akan merasa cocok, kita pasti akan menikmati setiap bagian dari
percakapan yang kita lakukan dengannya, sehingga rasa tertarikpun secara
disadari maupun tidak disadari akan ada dengan sendirinya. Namun di
sisi lain tidak dipungkiri juga jika suatu perbedaan dapat menimbulkan
sebuah ketertarikan. Karena ada sebagian asumsi bahwa dengan adanya
perbedaan maka kita dapat saling melengkapi satu sama lain, dan juga
perbedaan menunjukkan karakteristik yang unik dari setiap individu,
sehingga hal tersebut juga mampu menghadirkan suatu ketertarikan.
Setiap orang pasti memiliki kriteria atau harapan
yang ideal mengenai orang yang disukai, dan berharap agar bisa
mendapatkan seseorang yang sesuai dengan kriterianya. Namun, di samping
berharap pastinya orang tersebut akan berusaha pula untuk mencari serta
mendapatkan seseorang yang sesuai dengan kriterianya tersebut.
Contohnya, saya menyukai orang yang rapi dan bersih. Suatu hari saya
melihat ada seseorang yang seperti itu lewat di depan saya. Hal tersebut
terjadi berkali-kali dalam hari yang berbeda, namun tetap dengan orang
yang sama. Lama-lama tanpa dapat ditampik, saya pasti akan merasa
tertarik pada orang tersebut karena dia sesuai dengan kriteria yang saya
inginkan. Hal ini karena setiap orang pasti menginginkan hal yang ideal
atau hal yang terbaik dalam hidupnya.
Lantas, apakah ketertarikan dapat muncul ketika orang lain lebih
dahulu menyukai kita?. Menurut saya dan beberapa teman saya, jawabannya
adalah dapat. Karena pada umumnya seseorang yang menyukai kita pasti
akan melakukan berbagai macam hal guna menarik perhatian kita. Hal
tersebut dapat terlihat pada hal-hal kecil seperti misalnya dia
menanyakan apakah kita sudah makan atau belum, atau mungkin menyuruh
kita untuk beristirahat setelah melakukan aktivitas yang melelahkan.
Jika hal tersebut terus berlanjut, tidak menutup kemungkinan bagi kita
untuk dapat tertarik pada orang tersebut, karena kita merasa bahwa ada
seseorang yang senantiasa memperhatikan dan memperlakukan kita dengan
istimewa. Semua hal di dunia ini bisa saja terjadi karena terbiasa,
seperti halnya cinta. Dalam istilah jawanya, “witing tresno jalaran
soko kulino”.
Begitulah hidup, segala yang ada di dalamnya memiliki peran dan
fungsi masing-masing. Kita tidak akan memiliki kehidupan yang berwarna
jika hanya memiliki relasi dengan orang tua saja, dengan teman saja,
maupun dengan kakak atau adik saja. Semuanya memiliki keterkaitan satu
sama lain. Dan lagi, yang juga kita butuhkan adalah cinta, cinta
terhadap orang lain yang spesial di hati kita. Hal-hal tersebut tentunya
memberikan makna masing-masing di dalam kehidupan kita.
sumber : http://reni-tensia-fpsi12.web.unair.ac.id




