Archive for Maret 2013
Cara Cepat & Mudah Terindeks Google | Seo Tips
Apakah bisa? Bisa-bisa saja. Pada tahun 2009 akhir blog saya juga selalu
terindeks seketika; sebelum akhirnya saya istirahat dari dunia
blogging. Jadi kali ini saya mulai lagi membangun blog baru.
Hanya saja sepertinya apa yang memperngaruhi kecepatan blog saya terindeks dulu sudah berubah dengan faktor saat ini.
Hanya saja sepertinya apa yang memperngaruhi kecepatan blog saya terindeks dulu sudah berubah dengan faktor saat ini.
Mungkin ini adalah akibat dari berubahnya algoritma Google secara
dramatis dalam 2 tahun terakhir ini. Jadi tips kali ini harus mengikuti
perkembangan terbaru. Jika anda ingin tahu cara rahasia agar blog anda
sangat cepat terindeks Google, maka rahasianya ada pada pengunjung anda.
Ya, rahasia blog terindeks sangat cepat ada pada pengunjung anda.
Google memperbaharui algoritmanya untuk menekankan kesegaran sebuah blog
berdasarkan pengalaman para pengunjung di suatu blog. Bagaimana Google
bisa mengetahui pengalaman seseorang di suatu blog? Mudah saja, Google
memantau berapa lama orang tersebut berada di blog kita, dan berapa
banyak artikel yang mereka baca.
Anda bisa mengamati aktifitas pengunjung blog anda dengan menggunakan Google Analytic.
Jadi lama waktu kunjungan dan jumlah page view untuk setiap kunjungan;
itu yang sangat mempengaruhi kesiagaan Googlebot untuk melakukan refresh
indeksnya demi blog saudara. Jika blog anda tidak menunjukkan
pengalaman berkunjung yang baik dari para pengguna Google, maka sulit
berharap mendapat perlakuan istimewa indeks seketika.
Jadi bagaimana agar pengunjung mempunyai waktu kunjungan yang lama?
Tentunya bergantung kepada artikel saudara. Buatlah penjelasan pada
artikel saudara sedetil mungkin, sehingga pengunjung butuh waktu lebih
lama untuk membaca. Tapi harap bedakan antara penjelasan detil dengan
penjelasan bertele-tele. Selain itu saudara bisa juga menggunakan judul
yang provokatif agar pengunjung tertarik untuk membaca artikel lain yang
saudara tulis.
Inilah cara blog sangat cepat terindeks Google. Jadi ke depannya mungkin
bisa lebih fokus untuk memperhatikan faktor waktu per kunjungan dan
bounce rate dari para pengunjung blog anda. Berikan mereka perhatian,
maka Google akan memperhatikan blog anda dengan lebih serius.
Resep Kare Ayam Betawi
Makanan
khas Betawi hampir sulit ditemui saat ini. Cita rasanya pun kebanyakan
sudah agak bergeser, karena banyaknya campuran budaya.Namun, Anda tidak perlu khawatir lagi sekarang. Anda tetap bisa mencicipi resep khas Betawi bahkan dari dapur Anda sendiri.
Resep yang akan disampaikan berikut adalah resep kare khas Betawi. Biasanya kare Betawi ini berisi sayuran atau iga, namun kali ini akan diganti dengan ayam.
Coba dan bandingkan kare Betawi ini dengan kare ayam biasa!
Bahan-bahan yang perlu disiapkan adalah satu ekor ayam yang dipotong sesuai selera, 3 buah wortel dipotong kecil, 3 buah daun bawang diiris tipis, dan 200 ml santan kental.
Untuk bumbu halusnya, yang perlu disiapkan adalah 8 butir bawang putih, 1 ruas jari kunyit, dan 1 butir kemiri.
Bumbu lainnya adalah 1 batang serai yang dimemarkan, 1 ruas jari lengkuas, 2 lembar daun salam, 1 sendok teh garam, dan setengah sendok teh lada putih.
Haluskan bumbu halus hingga benar-benar halus. Siapkan panci di atas kompor, isi dengan 100 ml air, kemudian masukkan ayam, dan masak dengan api sedang hingga berkaldu.
Sementara itu, siapkan wajan di atas kompor dan beri minyak secukupnya untuk menumis. Nyalakan api sedang, kemudian masukkan bumbu halus, serai, lengkuas dan daun salam.
Tumis hingga harum. Setelah itu masukkan tumisan bumbu ke dalam panci kaldu ayam. Kemudian aduk hingga rata, biarkan hingga menididih lagi. Lalu masukkan wortel, dan daun bawang.
Kemudian tuangkan santan ke dalam panci, dan aduk-aduk terus hingga merata. Biarkan kare Betawi tersebut mendidih dan mengental. Sambil sesekali diaduk agar santan tidak pecah.
Jika sudah mendidih dan mengental, artinya kare Betawi siap disajikan. Kare Betawi lebih enak disajikan selagi masih hangat.
Ditemani dengan nasi panas dan ditaburi dengan bawang goreng dan kerupuk. Sangat menggugah selera, dan memang agak berbeda dengan kare ayam biasa.
Resep Ayam Taliwang Spesial
Ayam taliwang merupakan suatu makanan khas
dari Lombok. Makanan ini bisa dinamakan ayam taliwang karena bumbunya
ini berasal dari desa karang taliwang, cakra utara, cakranegara,
mataram, nusa tenggara barat. Bunbu ini dulunya ditemukan oleh Haji
Murad dan istrinya Salmah yang berasal dari karang taliwang. Oleh karena
itu ayam ini dinamakan ayam taliwang.
Ayam taliwang ini sudah memiliki banyak
cabang di Indonesia ini. Karena bumbunya yang khas ini membuat para
menikmat kuliner semakin ingin mencobanya lagi. Ayam taliwang ini bisa
juga diolah menjadi berbagai jenis masakan ayam, misalnya ayam bakar. Untuk memasaknya mudah.
Bahan-bahan yang harus disiapkan untuk membuat resep ayam taliwang antara lain:
1. Bahan
- Seekor ayam buras
- 1 buah jeruk limau, kemudian ambil airnya saja
- Minyak sayur secukupnya
2. Bumbu yang harus dihaluskan
- cabai merah kering 14
- siung bawang putih 8
- siung bawang merah 10
- Kencur secukupnya
- Garam secukupnya
- Gula jawa 20 gr
- Terasi goring secukupnya
- Tomat buah tomat
3. Cara pembuatannya:
- Belahlah ayam dari tengah dada hingga atas sampai leher. Lalu balikkan ayam tersebut dengan ditekan hingga depan terbuka
- Tuangkan minyak secukupkan lalu tumis bumbu yang sudah dihaluskan tadi hingga tercium wangi dan matang, kemudian tumisan bumbu tadi kita angkat
- Perciki perasan jeruk limau dari pada bumbu yang ditumis tadi, lalu aduk secara merata
- Ayam yang sudah kita belah tadi lumuri dengan bumbu yang ditumis secara merata
- Taruh diatas wadah atau Loyang yang datar
- Panggang ke dalam oven dengan panas sebesar 180 derajat celcius hingga matang
- Bolak-balik ayam tersebut dan lumuri bumbu agar terasa lebih enak
- Setelah kiranya matang, ayam itu kita angkat dan siap disajikan
Sajikan ayam ini selagi hangat, agar lebih nikmat ketika dimakan
Posted by Unknown
RESEP KEPITING HITAM MANIS SEAFOOD

bahan
* 5 ekor kepiting,disiangi
* 2 sdm kecap manis
* 2 sdm cuka
* 2 butir telur
* 1 sdt bawang putih halus
* 150 gr tepung terigu
* 5 buah cabe merah,potong batang korek api
* minyak untuk menggoreng dan menumis
saus yang dicampur
* 1 dm hoisin saos
* 1 sdm madu
* 3 sdm saos tomat
* 2 sdm cuka
* 1 sdm saus tiram
* 2 sdt minyak wijen
* 1 sdm gula pasir
* 1 sdm kecap asin
* 1 sdm kecap manis
bumbu yang dihaluskan
* 5 buah cabe merah,buang bijinya
* 5 buah bawang merah
* 3 siung bawang putih
* 1/2 buah tomat
* 1/2 sdt terasi
cara membuat
1.Lumuri kepiting dgn cuka,bawang putih,kecap asin,kocok telur dengan garpu kemudian lumurkan keseluruh permukaan kepiting,tabur tepung dipermukaan kepiting,lakukan hingga rata.diamkan 15 menit.
2.Panaskan minyak hingga panas betul,goreng kepiting sampai matang,sisihkan.
3.Tumis bumbu yg dihaluskan hingga harum,tambahkan cabe dan saos yg dicampur hingga benar-benar legit,masukan kepiting,aduk rata dan angkat.
5.kepiting hitam manis siap untuk disajikan.
selamat mencoba
Posted by Unknown
Nil Maizar, Luis Manuel Blanco dan Ketidakjelasan Program PSSI
Indonesia
menderita kekalahan dari tuan rumah Irak pada pertandingan perdana Pra
Piala Asia 2015. Banyak yang beranggapan kekalahan 0-1 dari Irak adalah
pencapaian bagus karena skuat Garuda memiliki keterbatasan pemain dan
ada banyak kendala menjelang pertandingan, termasuk Raphael Maitimo yang
tidak diperkenankan bermain lantaran masalah administrasi yang tidak
terurus dengan baik oleh manajemen timnas. Secara keseluruhan pertandingan melawan Irak memiliki satu nilai positif penting bagi timnas, kedisiplinan pemain meningkat. Bermain bertahan hampir sepanjang pertandingan, seluruh pemain timnas memainkan perannya dengan baik. Hanya keteledoran Hamdi Ramdhan dan Wahyu Wijiastanto yang menyebabkan Younis Mahmoud mencetak gol. Selebihnya, skuat timnas bermain disiplin.
Sayangnya sehari setelah pertandingan, media massa bukannya dipenuhi analisis pertandingan namun malah kabar penunjukkan pelatih berkebangsaan Argentina, Luis Manuel Blanco sebagai pelatih timnas senior sekaligus U-23. Konferensi pers yang dihadiri pula oleh Djohar Arifin Husin dan duta besar Argentina untuk Indonesia, Javier Sanz de Urquiza, ini menyebutkan pula biaya gaji Blanco akan ditanggung oleh pihak ketiga. Ada sponsor yang akan mendanai sehingga tidak akan memberatkan keuangan PSSI. Penunjukkan ini sendiri diyakini merupakan buah pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kischner Januari 2013 lalu.
Nil Maizar memang belum berprestasi bagus selama menangani timnas. Catatan statistik Nil Maizar bersama timnas Garuda tidak terlalu memuaskan. Nil sudah memainkan 20 pertandingan baik laga persahabatan maupun turnamen dengan hanya meraih 5 kali kemenangan, 7 hasil imbang, dan menderita 8 kekalahan. Itu berarti persentase kemenangan Nil hanya 25 persen. Dari catatan statistik, Nil wajar saja diganti.
Namun, cara penggantian dan penunjukkan pelatih baru yang perlu dipertanyakan. Nil tidak dipecat ketika ditunjuk pelatih baru. Bob Hippy pun mempertanyakan keputusan menunjuk Blanco karena Djohar sebelumnya tidak membahasnya di rapat Exco, yang merupakan satu tahapan untuk penunujukkan pelatih timnas. Belakangan, Djohar pun menegaskan kalau Nil Maizar dan staf kepelatihannya tidak dipecat. Kehadiran Blanco bersama dua asistennya, Jorge Di Gregorio dan Marcos Conenna akan digabung dengan staf kepelatihan yang sudah ada. ada pula versi lain yang mengatakan Blanco akan duduk sebagai direktur teknik.
Apapun nantinya jabatan untuk Blanco merupakan bukti kalau PSSI tidak bekerja dengan baik. Program pembinaan sepak bola nasional yang dilakukan oleh PSSI tidak jelas dan lebih sering menimbulkan polemik dibandingkan mampu menerbitkan optimisme di mata pecinta sepak bola Indonesia.
Kehadiran Blanco akan menambah keruwetan pembagian kerja di tubuh timnas Indonesia. Gajinya yang dibayari oleh pihak ketiga akan menambah masalah pula bagi PSSI, terlebih bagi fans. Tidak adanya transparansi mengenai nilai kontrak dan siapa yang menanggung biaya hanya menunjukkan kalau PSSI semakin bernuansa politis. Kampanye “kick politics out from football” hanya dianggap sebagai slogan penyemarak saja, tidak lebih dari itu.
Ditinjau dari sisi teknis, kualitas Blanco pun tidak terlalu menjanjikan. Blanco, pria 59 tahun ini belum pernah menangani tim dengan reputasi menawan. Blanco yang mengakhiri karir sebagai pesepakbola di klub asal Bolivia Wilstermann Athletic Club, memulai karir kepelatihannya dengan menangani klub Meksiko, Cobras de Ciudad Jurez. Blanco kemudian melanglang buana untuk melatih klub-klub di Argentina, Meksiko, Costa Rica, Paraguay, hingga melatih Dinamo Tirana klub di Albania. Terakhir, sebelum akhirnya dikontrak oleh PSSI, Blanco menuliskan di halaman pribadinya luismanuelblanco.com melatih timnas U-20 Cina, namun menurut federasi Cina, timnas U-20 ditukangi oleh Jan Olde Riekerink, pria asal Belanda dalam rentang 2011-2012 dan sebelumnya diasuh oleh Su Maozhen yang menangani tim Cina U-20 pada 2009-2011. Blanco diyakini “hanya” melatih tim Beijing U-20 untuk kejuaran nasional sekelas Pekan Olahraga Nasional (PON) di Indonesia.
Di Argentina, Blanco tidak begitu dikenal oleh masyarakat dengan reputasi melatihnya. Blanco hanya dikenal karena mengoorbitkan pemuda bernama David Trezeguet. Ketika melatih Platense Athletic Club rentang 1993-1996, Blanco berani memainkan Trezeguet yang belum genap berusia 17 tahun untuk bertanding di sebuah pertandingan Divisi Utama Argentina di musim 1994-1995. Di akhir musim, Trezeguet ditransfer ke AS Monaco dan mulai menjalani karir hingga menjadi salah satu penyerang terbaik dunia.
Secara keseluruhan, transfermarket mencatat statistik rasio sukses melatih Blanco adalah 44,44% meraih kemenangan, 22,22% seri, dan 33,33% menderita kekalahan. Bisa dibilang, secara keseluruhan catatan Blanco tidak terlalu baik jika dibebani meloloskan Indonesia ke Piala Asia 2015, meraih medali emas Sea Games 2013 dan memenangkan Piala AFF 2014.
Satu hal yang menarik dari dirinya adalah janjinya untuk melakukan perubahan pelatihan sepak bola di Indonesia mulai dari level dasar. Dan dia yakin mampu mengorbitkan pemain bertubuh mungil asal Indonesia menjadi pemain kelas dunia. Semoga, dia memang benar-benar tahu apa yang dimiliki oleh Indonesia dalam hal pembinaan usia muda.
Pembinaan usia muda yang menjadi fondasi utama dari prestasi sepak bola, sejauh ini tidak digarap dengan benar oleh federasi. PSSI lebih suka dengan proyek mercusuar seperti mengirim satu tim berlatih ke luar negeri, lebih suka memikirkan liga gemerlap yang punya banyak masalah, dan terakhir program pembinaan usia muda yang akan digarap secara nasional dengan Timo Scheunemann sebagai pemimpin program gagal terwujud, bahkan Timo pun akhirnya sudah mengundurkan diri karena program tidak jelas kelanjutannya.
Jadi, masalah sebenarnya bukan ada di Nil ataupun Blanco, masalah ada di PSSI. Ketidakjelasan program pembinaan usia muda merupakan akar dari masalah minimnya prestasi sepak bola nasional. PSSI lebih suka asal tunjuk pelatih asing bergaji mahal demi pencitraan kalau mereka bekerja, padahal sejatinya tidak ada usaha yang serius untuk melakukan perbaikan kualitas sepak bola nasional. Terbaru, PSSI juga menunjuk Paolo Camargo, pelatih asal Brasil sebagai pelatih timnas U-14.
Sepertinya berbagai keputusan penunjukkan pelatih tidak dipertimbangkan dengan masak karena sangat mungkin PSSI memang tak punya rencana matang untuk pembinaan sepak bola untuk negeri ini. Jadi, sebaiknya kita tetap bersabar untuk melihat timnas berjaya di kejuaraan internasional.
Kelak, Ketika KRL Ekonomi Tak Ada

Saya sedang berdiri di tengah sesaknya gerbong KRL Ekonomi Jakarta-Bogor sambil menatap Monas di luar jendela, ketika seorang pedagang berjalan melewati penumpang, menjajakan dagangan.
“Indonesia sebentar lagi hancur!” Pedagang itu berteriak sambil memegangi puluhan kotak lem tikus. “Selamatkan Indonesia, selamatkan bumi pertiwi dari tikus-tikus yang menggerogoti.”
Spontan, senyum kecil tersungging di bibir sejumlah penumpang.
Kecuali karena harganya yang betul-betul murah, KRL Ekonomi Jabodetabek, yang setiap tahunnya menampung hingga 50 juta penumpang, memang sama sekali bukan transportasi massal idaman.
Panas dan pengap, ramai dan remang, lusuh dan berisik, rawan kejahatan dan pelecehan — semua itu adalah kata-kata yang lazim disematkan penumpang kepada KRL Ekonomi.
Tetapi, bukankah di sela-sela ketidaksempurnaan tersebutlah, kehidupan justru kerap menunjukkan wajah aslinya?
KRL Ekonomi, bagi saya, adalah miniatur Jakarta yang lebih representatif dari anjungan DKI Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah. Ia adalah panggung drama untuk segala yang kontras. Ia adalah realitas ruang publik Jakarta yang dimampatkan dalam kapsul besi berjalan.
Saya naik KRL Ekonomi pertama kali pada Maret 2007, ketika bersama teman sekolah hendak menghadiri sebuah acara di Depok. Kami yang biasanya hanya berkeliaran di bilangan Jakarta Utara terkesima. Hanya dengan tiket Rp1500 (sama dengan ongkos saya naik angkot dari rumah ke sekolah) kami dapat melaju puluhan kilometer sambil menikmati lansekap ibukota.
Semenjak itu, saya rutin naik KRL Ekonomi Jakarta-Bogor untuk pergi kuliah. Pelan-pelan saya mulai menyadari betapa semrawutnya KRL Ekonomi.
Misalnya, pernah satu kali saya menyaksikan aksi komplotan jambret. Ketika kereta baru saja berhenti dan hendak melaju kembali, terdengar suara teriakan dari gerbong sebelah. Perhatian semua penumpang teralihkan ke arah datangnya suara. Tiba-tiba, seorang pemuda yang berdiri di samping saya berlari ke arah seorang ibu yang duduk di samping pintu. Tangannya mencoba meraih kalung emas di leher ibu itu, sambil ia melompat keluar.
Semua terjadi dalam sekejap. Para penumpang melongo sekian detik untuk mencerna kejadian tersebut, sebelum kemudian menenangkan ibu tadi.
Banyak kejadian negatif yang memang tak perlu terjadi jika KRL Ekonomi ditiadakan. Teman saya, misalnya, tidak akan dicopet lalu dipukul jika tidak ada gerbong-gerbong gelap di KRL Ekonomi. Para ataper (sebutan bagi penumpang di atas atap kereta) juga tidak perlu meninggal sia-sia karena tersetrum atau tersandung.
Namun, tidak sedikit pula hal bermakna yang justru hanya bisa terjadi di KRL Ekonomi.
Suatu malam di kereta yang sudah tidak begitu ramai, saya mengamati seorang pedagang yang sedang duduk beristirahat. Tak lama, seorang buta yang meminta sedekah datang dari gerbong sebelah. Ketika nyaris tidak ada penumpang yang menggubris, justru pedagang itu memberikan sekian ribu padanya.
Pernah juga saya melihat seorang anak yang sedang duduk, sementara ayahnya memilih berdiri dekat pintu sambil menikmati angin malam karena tak ada kursi kosong lagi. Ketika kereta melewati Stasiun Gambir, anak itu tiba-tiba berdiri menghampiri ayahnya, memegang lengannya, dan menyandarkan kepala. Tempat duduknya tentu segera diisi oleh penumpang lain, tetapi anak itu tidak peduli. Ia asyik ngobrol dengan ayahnya sambil menikmati gemerlap malam ibukota.
Pengalaman sejenis seringkali saya dengar dari tuturan penumpang KRL Ekonomi lainnya.
Setiyo Bardono, pengguna kereta dan penulis buku puisi “Aku Mencintaimu Sepenuh Kereta”, bercerita via email: “Di dalam kereta ekonomi, saya merasakan realitas sosial masyarakat Indonesia. Di dalamnya kita bisa mengasah kepekaan dan kepedulian.”
KRL Ekonomi adalah ruang inspirasi bagi tulisan-tulisan Setiyo. Ia merasakan perbedaan saat menaiki KRL Commuter Line. “Ketika naik KRL Commuter Line, saya hanya merasa dingin dan kadang tersergap suasana asing. Kurang terasa kehangatannya. Sosok-sosok di dalamnya seakan berkutat pada diri sendiri,” kata Setiyo.
Akan ada banyak yang hilang ketika KRL Ekonomi ditiadakan pertengahan tahun ini, sesuai rencana PT KAI. Tidak ada lagi para pencari nafkah dengan rupa-rupa cara di kereta. Tidak ada lagi memandang Jakarta lewat jendela terbuka Tidak ada lagi ataper. Tidak ada lagi angin malam. Dan mungkin, puisi-puisi sejuk Setiyo Bardono tidak lagi sama.
Di luar permasalahan ekonomi pengguna kereta yang perlu dikaji betul sebelum melakukan peniadaan KRL Ekonomi, saya tidak bermaksud menentang niatan PT KAI. Waktu melaju cepat seperti kereta. Lambat laun, KRL Ekonomi pasti perlu diganti, apalagi jika melihat umurnya yang sudah uzur.
Tetapi kelak, ketika KRL Ekonomi tak ada, angkutan massal murah yang pernah jadi senjata berjuta umat dalam menghadapi kerasnya Jakarta itu pastilah dirindukan.
Posted by Unknown
Atiqah dan Rio, Pilih FTV Atau Film?
Pasangan Atiqah Hasiholan dan Rio Dewanto akhirnya bermain bersama dalam
satu film lewat sebuah karya garapan sutradara Titin Watimena "Hello
Goodbye". Film yang mengambil latar kota Busan, Korea Selatan ini pun
turut dibintangi artis Korea, Eru.Berkat film ini, Atiqah dan Rio pergi menghadiri festival film terbesar di Asia, Festival Film Internasional Busan pada 4-13 Oktober 2012 di Busan, Korea Selatan. “Hello Goodbye” mendapat kesempatan diputar tiga kali dalam festival tersebut — pada 6, 9, dan 12 Oktober.
Di tengah kesibukan mereka, Atiqah dan Rio menyempatkan diri untuk mampir ke kantor Yahoo! Indonesia di kawasan Senayan pada Senin (22/10) siang. Kira-kira mana yang lebih disukai Atiqah dan Rio, bermain FTV atau film?
Atiqah berperan jadi Indah di "Hello Goodbye", cerita dong tentang karaktermu di film ini?
Indah itu seorang staf Kedutaan Besar Republik Indonesia di kota Busan, Korea Selatan. Dia perempuan yang ambisius. Saking ambisiusnya, dia tidak bisa menikmati cara menikmati hidup saat ini, dan lupa bagaimana cara menikmatinya.
Kalau karakter Rio?
Saya di "Hello Goodbye" jadi Abi. Dia seorang anak buah kapal yang bekerja di sebuah perusahaan kontainer Singapura. Saya sedang mau mengirim barang ke Korea Selatan. Sampai di sana, saya terkena serangan jantung. Karena saya warga negara Indonesia, jadi saya diurus oleh Indah. Abi memiliki karakter menyerupai Indah, tapi bedanya Abi lebih bisa menikmati hidup saat ini. Abi lebih tidak tahu apa yang harus dilakukan, dan dia tidak suka hal yang bersifat kewajiban.
Pas jadi anak buah kapal, Rio lakukan riset dulu?
Kebetulan... tidak sih. Hehehe. Saya hanya lebih berkonsultasi dengan Mbak Titin sang sutradara saja sih. Maunya dia apa. Karena kan Mbak Titin penulisnya, jadi dia lebih tahu seperti apa Abi ini. Sebenarnya sih saya lebih mencari tahu mengenai orang yang memiliki penyakit jantung, seperti apa saja hal yang suka dia lakukan, kemudian saat dia terkena serangan jantung tuh seperti apa.
Apa sih yang menggemaskan dari “Hello Goodbye”?
ATIQAH: Film ini tuh tipikal cerita yang bikin orang yang menonton geregetan. "Hiii, apa sih maunya dua orang ini." Dua-duanya sama punya ego yang tinggi.
FTV dan film, mana yang lebih seru?
ATIQAH: Saya sih lebih menikmati proses pembuatan film. Film kan prosesnya lebih lama ya. Lebih serius pembuatannya, mulai dari diskusi dengan sutradara, latihan akting. Kalau buat saya sih lebih bikin banyak belajar. Kalau FTV kan lebih cepat ya. Tapi FTV juga ada enaknya. Saya juga tidak mengerti bagaimana cara menjelaskannya, mungkin karena tekanannya tidak seberat di film, berakting jadi lebih menyenangkan.
RIO: Kurang lebih saya sama seperti Atiqah. Saya memang memulai dari FTV baru ke film. FTV membuat saya bisa introspeksi diri, melihat sejauh mana perkembangan kemampuan akting saya karena kan jarak dari syuting ke penayangannya cepat. Kalau film lama. Ini saja syuting tahun lalu, baru tayang tahun ini.
Berapa lama waktu itu syuting "Hello Goodbye"?
Tiga minggu, kurang lebih 18 hari lah.
Kalian datang ke Festival Film Internasional Busan ya?
RIO: Iya karena diundang kan tidak enak kalau tidak datang. Kami datang, berjalan di karpet merah, dan itu merupakan kesempatan besar banget. Saya baru pertama kali ke acara sebesar itu.
ATIQAH: Kami orang-orang norak deh pokoknya. Hahaha. Kami datang di karpet merah sebenarnya sebagai ajang promosi juga, karena ini kan ajang besar. Kalau kami tidak berjalan di karpet merah mungkin tidak akan ada yang menyadari.
Proyek selanjutnya?
ATIQAH: Ada beberapa sih, sudah selesai syuting, tinggal tunggu dirilis. Ada "Java Heat", main bareng Rio juga. Ada satu lagi film bersama Falcon juga.
RIO: Sekarang saya mulai main sinetron, yang tayang setiap hari. Nonton ya! Haha. Kalau film ya itu, "Java Heat" dan "Mursala" yang syuting di Tapanuli.
Main sinetron susah dong mengatur waktunya?
Iya ini juga agak tidak enak badan. Tiap hari sebenarnya syuting, tapi karena kemarin selesai syuting pagi, jadi hari ini istirahat dulu.
Jadi yang menarik dari film ini adalah?
Film ini tentang percintaan yang cara berceritanya klasik. Justru ini menjadi warna, bisa menjadi tontonan yang segar. Cerita klasik dengan pengemasan yang modern. Percintaan yang sederhana, tapi lebih pada perenungan dua manusia. Tidak ada drama-drama berlebihanlah.
Posted by Unknown
"The Host" Menandai Kiprah Kedua Stephenie Meyer

Selamat tinggal kisah vampir dan manusia serigala. Selamat datang alien ruang angkasa dan dunia (yang hampir) kiamat!
Bella, Edward, Jacob, dan teman-temannya (dan musuh-musuhnya) tampil terakhir kali di bioskop pada November lalu dengan “Breaking Dawn – Part 2” dan Hollywood pada saat ini sedang berusaha mencari tahu film apa yang akan menjadi “Twilight berikutnya”.
Pesaing terakhir ini bisa jadi juga akan digemari oleh Twi-hard (penggemar twilight) karena film tersebut merupakan karya dari pengarang buku “Twilight” sendiri, Stephenie Meyer.
“The Host” merupakan karya Meyer yang lebih ambisius karena diadaptasi dari kisah romantis di “Twilight” antara kedua makhluk yang berbeda. Kali ini ceritanya di dunia masa depan suram (ala “The Hunger Games”) yang lenyap akibat invasi makhluk asing.
Cerita ini memiliki kisah mitologi yang lebih rumit dibandingkan pendahulunya karena bercerita tentang sebuah ras parasit alien, yang disebut Souls, yang mengubah hampir seluruh makhluk bumi yang sebelumnya penuh kedamaian menjadi robot tanpa emosi.
Salah satu Soul, yang dikenal dengan nama “Wanderer” menemukan bahwa inangnya, seorang remaja putri bernama Melanie Stryder, tidak mau bekerjasama dengan Master Plan, dan segera makhluk asing itu mulai bersimpati pada perlawanan manusia... dan jatuh cinta dengan kekasih Melanie, Jared (kisah cinta segitiga yang lebih cerdas dan berliku-liku dibandingkan dengan “Twilight”).
Novel “The Host” pertama dipublikasikan pada Mei 2008, dan lebih baik daripada buku “Twilight” mana pun: lebih percaya diri, lebih imajinatif dan tidak aneh dalam penggambaran seorang perempuan penurut yang membutuhkan kekuatan supernatural (baik vampir atau dalam kasus ini, alien) untuk menunjukkan arah yang benar (atau salah).
Tentu saja, setelah menjadi pencerita yang menghibur dengan “Twilight”, Stephanie berkembang menjadi penulis yang baik. “The Host” terbebas dari belenggu cerita seri yang dibuatnya sendiri dan berhasil memanjakan ide terliarnya. Novel itu juga dapat menjadi film yang cukup bagus... jika diserahkan kepada orang yang tepat.
Cuplikan pertama untuk film adaptasi novel “The Host” itu tersingkap Maret lalu sebelum ‘Hunger Games” (tentu saja), menampilkan lebih dari sekadar mata Saoirse Ronan yang kerasukan. Nantinya, peserta panel “Breaking Dawn – Part 2” di San Diego Comic-Con pada Juli akan menikmati versi panjang film itu, yang menjadi penampilan yang mengagumkan, tetapi sarat kumpulan adegan membingungkan yang dibintangi oleh Ronan sebagai Melanie, Max Irons sebagai Jared, Jake Abel sebagai manusia pemberontak Ian O’Shea, dan mungkin yang paling diingat, Diane Kruger sebagai Seeker jahat.
Trailer: "The Host"Foto-foto baru “The Host” sungguh menekankan sudut romantis karena menampilkan Ronan dan Irons berpelukan dengan menggairahkan sementara pemain pendukung lainnya (termasuk William Hurt berperan sebagai paman Melanie yang aneh, Jeb) melintasi padang gurun. Poster film itu juga berperan serta dalam menceritakan perjalanan kepahlawanan yang hebat, menegaskan bahwa penonton akan mengikuti karakter dan “Memilih untuk Percaya,” “Memilih untuk Berjuang,” dan tentunya “Memilih untuk Jatuh Cinta.”
Film itu akan menentukan apakah sutradara Andrew Niccol, yang dapat dengan sukses melambungkan fiksi ilmiah (“Gattaca”) atau membuatnya hancur dan terbakar (“In Time”), bisa sepenuhnya mewujudkan keinginan Stephanie Meyer menjadi film yang bagus secara keseluruhan.
Tetapi, seperti “Twilight”, ada sedikit keraguan bahwa penggemar “The Host” akan peduli apakah film tersebut benar-benar merupakan sebuah film bagus atau tidak.
Posted by Unknown
Lima Film Animasi Wajib Tonton Tahun 2013
Meski tidak semeriah tahun lalu, tahun 2013 masih menyimpan banyak film
animasi yang asyik disimak. Dari berbagai film animasi tersebut, ada
beberapa judul yang sepertinya lebih menarik perhatian daripada yang
lain. Kisah asli, prekuel, maupun sekuel? Semua ada di sini tahun ini.
Berikut adalah lima film animasi wajib tonton dari lima studio animasi
terkemuka Hollywood:
1. The Croods
"The Croods"Keluarga
Crood — sang ayah, Grug (Nicolas Cage), sang ibu, Ugga (Katherine
Keener), sang nenek, Gran (Cloris Leachman), anak laki-lakinya, Thunk
(Clark Duke), anak perempuannya, Eep (Emma Stone), serta adik
perempuannya yang masih bayi — terpaksa pindah ke tempat baru karena gua
tempat tinggal mereka hancur.
Saat mengalami perjalanan di tengah rimba liar yang fantastis demi mencari rumah baru, keluarga manusia purba ini bertemu dengan seorang laki-laki penyendiri bernama Guy (Ryan Reynolds) yang berasal dari spesies yang sudah lebih berkembang dari mereka.
Film “The Croods” dikembangkan selama 9 tahun sebelum akhirnya selesai dan diputar tahun ini. Bila sosok manusia gua dalam film animasi umumnya berbadan gempal dan membawa tongkat besar, dalam film ini Kirk De Micco dan Chris Sanders menghadirkan bentuk fisik yang lebih beragam dan lebih berat ke sisi fungsionalnya.
Contohnya, Eep yang atletis dan jago berayun di pohon serta memanjat tebing punya tubuh yang lebih berotot dan mirip pesenam. Sementara itu, Guy yang lebih mengandalkan otak serta alat-alat purba yang dipakainya memiliki tubuh lebih langsing.
Sutradara: Kirk De Micco, Chris Sanders
Penulis Naskah: Chris Sanders, Kirk De Micco
Pengisi Suara: Nicolas Cage (Grug), Ryan Reynolds (Guy), Emma Stone (Eep), Catherine Keener (Ugga), Clark Duke (Thunk), Cloris Leachman (Gran)
Produksi: DreamWorks Animation
2. Epic
"Epic" (Dok. Blue Sky Studios/20th Century Fox Film)
“Epic” adalah film animasi yang diadaptasi dari buku berjudul “The Leaf Men and the Brave Good Bugs” karya William Joyce. Film ini bercerita tentang seorang gadis remaja bernama Mary Katherine (Amanda Seyfried) yang tersesat di hutan setelah tubuhnya menyusut menjadi sangat kecil.
Mary Katherine kemudian bertemu dengan sekumpulan prajurit kecil yang disebut Leaf Men. Para Leaf Men ini merupakan makhluk yang dipanggil untuk melindungi hutan tersebut dari ancaman makhluk jahat. Mau tak mau, Mary Katherine pun terlibat dalam pertempuran antara kedua pihak sambil berusaha mencari tahu bagaimana caranya bisa kembali ke ukuran aslinya dan pulang ke rumah.
Ini adalah film kedua Blue Sky Studios yang diangkat dari buku karya William Joyce setelah “Robots” (2005). Unsur-unsur kisah dalam “Epic” sebenarnya banyak yang sudah diangkat dalam film anak-anak sebelumnya. Dari segi kualitas, film-film animasi Blue Sky Studios juga tak selalu menonjol — meski pendapatan film-film yang dihasilkan studio ini selalu bagus. “Epic” mungkin akan jadi salah satu film laris di bulan Mei nanti.
Sutradara: Chris Wedge
Penulis Naskah: Tom J. Astle, Matt Ember, James V. Hart, William Joyce, dan Daniel Shere
Pengisi Suara: Jason Sudeikis (Bomba), Steven Tyler (Nim Galuu), Pitbull (Bufo), Beyoncé Knowles (Queen Tara), Judah Friedlander (Larry), Aziz Ansari (Mub), Blake Anderson (Dagda), Amanda Seyfried (Mary Katherine)
Produksi: Blue Sky Studios, Twentieth Century Fox Animation
3. Monsters University
"Monsters University" (Dok. Disney)
Meski bersahabat di film “Monsters, Inc.” (2001), sewaktu kuliah ternyata Mike Wazowski (Billy Crystal) dan James P. “Sulley” Sullivan (John Goodman) tidak saling menyukai. Bagaimana ceritanya sampai dua monster ini akhirnya bisa saling memahami dan jadi teman baik? Jawabannya dapat Anda temukan di film prekuelnya, “Monsters University”.
Tentunya, tak semua monster langsung tahu bagaimana caranya menakut-nakuti anak-anak dengan efektif. Jadi, di film ini kita dapat melihat bagaimana mereka mempelajari tugasnya sebelum lulus kuliah dan bekerja di Monsters, Inc.
Selain itu, bila sebelumnya Pixar bereksperimen dengan genre fiksi ilmiah dalam “WALL-E” (2008), pahlawan dengan “The Incredibles” (2004), dan dongeng dengan “Brave” (2012), kali ini kita dapat melihat mereka mengolah genre komedi remaja dalam film ini. “Monsters University” menghadirkan pesta, segala jenis keisengan mahasiswa, dan karakter stereotipikal. Tapi, apakah Pixar akan kembali mendulang sukses atau lagi-lagi tampil mengecewakan?
Sutradara: Dan Scanlon
Pengisi Suara: Billy Crystal (Mike Wazowski), John Goodman (Sulley), Steve Buscemi (Randall Boggs), Joel Murray (Don Carlson), Jeff Pidgeon (Bile), Julia Sweeney, Dave Foley, Peter Sohn
Produksi: Pixar Animation Studios, Walt Disney Pictures
4. Despicable Me 2
"Despicable Me 2" (Dok. Universal Pictures)
Siapa yang menyangka bahwa “Despicable Me” (2010) yang diisi suaranya oleh komedian-komedian terkenal justru berhasil melontarkan karakter favorit yang tak diduga? Bukan Gru, bukan pula Vector, juga bukan pula Dr. Nefario. Makhluk-makhluk imut berwarna kuning asisten Gru yang dinamakan minion justru menjadi daya tarik utama “Despicable Me”.
Tak heran, dalam sekuelnya, “Despicable Me 2”, para minion ini akan mendapatkan porsi yang lebih besar dalam ceritanya. Sampai saat ini Illumination Entertainment memang belum merilis sinopsis resmi filmnya. Tetapi, dari cuplikan yang pernah dirilis tahun lalu, kehadiran para minion akan lebih dikedepankan. Selain itu, akan ada karakter baru yang diisi suaranya oleh Al Pacino. Apakah ia akan jadi karakter jahat atau baik? Kita tunggu saja bulan Juli.
Sutradara: Pierre Coffin, Chris Renaud
Penulis Naskah: Ken Daurio, Cinco Paul
Pengisi Suara: Steve Carell (Gru), Kristen Wiig (Miss Hattie), Miranda Cosgrove (Margo), Elsie Kate Fisher (Agnes), Dana Gaier (Edith), Russell Brand (Dr. Nefario), Moises Arias (Antonio)
Produksi: Illumination Entertainment
5. Cloudy 2: Revenge of the Leftovers
"Cloudy 2: Revenge of the Leftovers"
“Cloudy with A Chance of Meatballs” (2009) punya kisah yang menarik dan humor yang unik. Meski tak menghasilkan keuntungan luar biasa besar, film ini tetap merupakan salah satu animasi paling menghibur di tahun 2009.
Dalam sekuelnya, Flint Lockwood (Bill Hader) mengetahui bahwa mesin yang dahulu diciptakannya ternyata masih bekerja. Tetapi, bukannya menghasilkan makanan, mutasi yang terjadi membuat mesin ini menghasilkan makhluk hibrida antara makanan dan hewan.
Meski film yang diadaptasi dari buku anak-anak karya Judy Barrett ini tak mengikuti cerita dalam kisah aslinya, dalam film pertama, “Cloudy with A Chance of Meatballs” memang sama-sama bercerita tentang badai makanan yang menyerang sebuah kota. Jadi, bila sekuelnya masih mengikuti tema yang ada dalam buku, kita akan melihat bagaimana Flint dan kawan-kawan mencoba mengubah kota Swallow Falls yang kini adalah rimba berisi makhluk mutan menjadi sebuah tempat tinggal kembali.
Sutradara: Cody Cameron, Kris Pearn
Penulis Naskah: John Francis Daley, Jonathan M. Goldstein
Pengisi Suara: Bill Hader (Flint Lockwood), Anna Faris (Sam Sparks), Neil Patrick Harris (Steve), Andy Samberg (Brent), Terry Crews (Earl), James Caan (Tim Lockwood), Kristen Schaal (Barb), Will Forte (Chester V), Benjamin Bratt (Manny)
Produksi: Columbia Pictures, Sony Pictures Animation, Sony Pictures Imageworks
1. The Croods
"The Croods"Keluarga
Crood — sang ayah, Grug (Nicolas Cage), sang ibu, Ugga (Katherine
Keener), sang nenek, Gran (Cloris Leachman), anak laki-lakinya, Thunk
(Clark Duke), anak perempuannya, Eep (Emma Stone), serta adik
perempuannya yang masih bayi — terpaksa pindah ke tempat baru karena gua
tempat tinggal mereka hancur.Saat mengalami perjalanan di tengah rimba liar yang fantastis demi mencari rumah baru, keluarga manusia purba ini bertemu dengan seorang laki-laki penyendiri bernama Guy (Ryan Reynolds) yang berasal dari spesies yang sudah lebih berkembang dari mereka.
Film “The Croods” dikembangkan selama 9 tahun sebelum akhirnya selesai dan diputar tahun ini. Bila sosok manusia gua dalam film animasi umumnya berbadan gempal dan membawa tongkat besar, dalam film ini Kirk De Micco dan Chris Sanders menghadirkan bentuk fisik yang lebih beragam dan lebih berat ke sisi fungsionalnya.
Contohnya, Eep yang atletis dan jago berayun di pohon serta memanjat tebing punya tubuh yang lebih berotot dan mirip pesenam. Sementara itu, Guy yang lebih mengandalkan otak serta alat-alat purba yang dipakainya memiliki tubuh lebih langsing.
Sutradara: Kirk De Micco, Chris Sanders
Penulis Naskah: Chris Sanders, Kirk De Micco
Pengisi Suara: Nicolas Cage (Grug), Ryan Reynolds (Guy), Emma Stone (Eep), Catherine Keener (Ugga), Clark Duke (Thunk), Cloris Leachman (Gran)
Produksi: DreamWorks Animation
2. Epic
"Epic" (Dok. Blue Sky Studios/20th Century Fox Film)“Epic” adalah film animasi yang diadaptasi dari buku berjudul “The Leaf Men and the Brave Good Bugs” karya William Joyce. Film ini bercerita tentang seorang gadis remaja bernama Mary Katherine (Amanda Seyfried) yang tersesat di hutan setelah tubuhnya menyusut menjadi sangat kecil.
Mary Katherine kemudian bertemu dengan sekumpulan prajurit kecil yang disebut Leaf Men. Para Leaf Men ini merupakan makhluk yang dipanggil untuk melindungi hutan tersebut dari ancaman makhluk jahat. Mau tak mau, Mary Katherine pun terlibat dalam pertempuran antara kedua pihak sambil berusaha mencari tahu bagaimana caranya bisa kembali ke ukuran aslinya dan pulang ke rumah.
Ini adalah film kedua Blue Sky Studios yang diangkat dari buku karya William Joyce setelah “Robots” (2005). Unsur-unsur kisah dalam “Epic” sebenarnya banyak yang sudah diangkat dalam film anak-anak sebelumnya. Dari segi kualitas, film-film animasi Blue Sky Studios juga tak selalu menonjol — meski pendapatan film-film yang dihasilkan studio ini selalu bagus. “Epic” mungkin akan jadi salah satu film laris di bulan Mei nanti.
Sutradara: Chris Wedge
Penulis Naskah: Tom J. Astle, Matt Ember, James V. Hart, William Joyce, dan Daniel Shere
Pengisi Suara: Jason Sudeikis (Bomba), Steven Tyler (Nim Galuu), Pitbull (Bufo), Beyoncé Knowles (Queen Tara), Judah Friedlander (Larry), Aziz Ansari (Mub), Blake Anderson (Dagda), Amanda Seyfried (Mary Katherine)
Produksi: Blue Sky Studios, Twentieth Century Fox Animation
3. Monsters University
"Monsters University" (Dok. Disney)Meski bersahabat di film “Monsters, Inc.” (2001), sewaktu kuliah ternyata Mike Wazowski (Billy Crystal) dan James P. “Sulley” Sullivan (John Goodman) tidak saling menyukai. Bagaimana ceritanya sampai dua monster ini akhirnya bisa saling memahami dan jadi teman baik? Jawabannya dapat Anda temukan di film prekuelnya, “Monsters University”.
Tentunya, tak semua monster langsung tahu bagaimana caranya menakut-nakuti anak-anak dengan efektif. Jadi, di film ini kita dapat melihat bagaimana mereka mempelajari tugasnya sebelum lulus kuliah dan bekerja di Monsters, Inc.
Selain itu, bila sebelumnya Pixar bereksperimen dengan genre fiksi ilmiah dalam “WALL-E” (2008), pahlawan dengan “The Incredibles” (2004), dan dongeng dengan “Brave” (2012), kali ini kita dapat melihat mereka mengolah genre komedi remaja dalam film ini. “Monsters University” menghadirkan pesta, segala jenis keisengan mahasiswa, dan karakter stereotipikal. Tapi, apakah Pixar akan kembali mendulang sukses atau lagi-lagi tampil mengecewakan?
Sutradara: Dan Scanlon
Pengisi Suara: Billy Crystal (Mike Wazowski), John Goodman (Sulley), Steve Buscemi (Randall Boggs), Joel Murray (Don Carlson), Jeff Pidgeon (Bile), Julia Sweeney, Dave Foley, Peter Sohn
Produksi: Pixar Animation Studios, Walt Disney Pictures
4. Despicable Me 2
"Despicable Me 2" (Dok. Universal Pictures)Siapa yang menyangka bahwa “Despicable Me” (2010) yang diisi suaranya oleh komedian-komedian terkenal justru berhasil melontarkan karakter favorit yang tak diduga? Bukan Gru, bukan pula Vector, juga bukan pula Dr. Nefario. Makhluk-makhluk imut berwarna kuning asisten Gru yang dinamakan minion justru menjadi daya tarik utama “Despicable Me”.
Tak heran, dalam sekuelnya, “Despicable Me 2”, para minion ini akan mendapatkan porsi yang lebih besar dalam ceritanya. Sampai saat ini Illumination Entertainment memang belum merilis sinopsis resmi filmnya. Tetapi, dari cuplikan yang pernah dirilis tahun lalu, kehadiran para minion akan lebih dikedepankan. Selain itu, akan ada karakter baru yang diisi suaranya oleh Al Pacino. Apakah ia akan jadi karakter jahat atau baik? Kita tunggu saja bulan Juli.
Sutradara: Pierre Coffin, Chris Renaud
Penulis Naskah: Ken Daurio, Cinco Paul
Pengisi Suara: Steve Carell (Gru), Kristen Wiig (Miss Hattie), Miranda Cosgrove (Margo), Elsie Kate Fisher (Agnes), Dana Gaier (Edith), Russell Brand (Dr. Nefario), Moises Arias (Antonio)
Produksi: Illumination Entertainment
5. Cloudy 2: Revenge of the Leftovers
"Cloudy 2: Revenge of the Leftovers"“Cloudy with A Chance of Meatballs” (2009) punya kisah yang menarik dan humor yang unik. Meski tak menghasilkan keuntungan luar biasa besar, film ini tetap merupakan salah satu animasi paling menghibur di tahun 2009.
Dalam sekuelnya, Flint Lockwood (Bill Hader) mengetahui bahwa mesin yang dahulu diciptakannya ternyata masih bekerja. Tetapi, bukannya menghasilkan makanan, mutasi yang terjadi membuat mesin ini menghasilkan makhluk hibrida antara makanan dan hewan.
Meski film yang diadaptasi dari buku anak-anak karya Judy Barrett ini tak mengikuti cerita dalam kisah aslinya, dalam film pertama, “Cloudy with A Chance of Meatballs” memang sama-sama bercerita tentang badai makanan yang menyerang sebuah kota. Jadi, bila sekuelnya masih mengikuti tema yang ada dalam buku, kita akan melihat bagaimana Flint dan kawan-kawan mencoba mengubah kota Swallow Falls yang kini adalah rimba berisi makhluk mutan menjadi sebuah tempat tinggal kembali.
Sutradara: Cody Cameron, Kris Pearn
Penulis Naskah: John Francis Daley, Jonathan M. Goldstein
Pengisi Suara: Bill Hader (Flint Lockwood), Anna Faris (Sam Sparks), Neil Patrick Harris (Steve), Andy Samberg (Brent), Terry Crews (Earl), James Caan (Tim Lockwood), Kristen Schaal (Barb), Will Forte (Chester V), Benjamin Bratt (Manny)
Produksi: Columbia Pictures, Sony Pictures Animation, Sony Pictures Imageworks
Posted by Unknown
Sepuluh Trivia Film "Mama"
(Dok. Universal Studios)Dalam masa putar kurang dari satu bulan, “Mama” (2013) yang hanya dibuat dengan dana $15 juta telah berhasil meraup lebih dari $77 juta. Meski sambutan kritikus film tak terlalu hangat, dari segi finansial, film horor yang disutradarai oleh Andres Muschietti ini sudah tergolong sukses.
Penonton sendiri banyak yang tidak tahu “Mama” telah mengalami perjalanan panjang dari layar festival film di Spanyol sampai akhirnya tampil di layar lebar di seluruh dunia. Ingin tahu cerita-cerita menarik di belakang film ini? Berikut adalah sepuluh trivia tentang film “Mama”:
1. “Mama” (2013) merupakan adaptasi film pendek karya Andrés Muschietti dan adiknya, Barbara Muschietti, yang dibuat beberapa tahun sebelumnya. Syuting film pendek “Mama” hanya berlangsung satu hari di tahun 2006. Namun, baru di tahun 2008 film tersebut diedit dan ditambahkan efek visual untuk melengkapi. Setelahnya, “Mama” pun diputar di Festival Film Sitges. Setelah itu, film ini pun menarik banyak perhatian dan mencuatkan nama Muschietti yang sebelumnya hanya dikenal sebagai sutradara pembuat iklan.
2. Meski “Mama” sudah menyedot perhatian sejak tampil di Sitges, Guillermo del Toro baru tahu tentang film ini setelah disodori oleh asistennya. Setiap tahun, del Toro menonton beberapa puluh film pendek untuk mencari bakat-bakat baru perfilman. Ketika ia menemukan film pendek buatan Muschietti, del Toro pun langsung tergerak untuk menelepon sang sutradara. Pertemuan keduanya berlanjut panjang dan membawa del Toro pada posisi produser dalam versi film panjangnya.

3. Bertentangan dengan asumsi orang, berbagai keputusan kreatif yang dapat kita temukan dalam film ini datang dari Andrés Muschietti sendiri. Beberapa contohnya adalah tampilan kakak-adik Victoria dan Lilly Desanges yang berambut pirang. Del Toro lebih memilih menghadirkan dua gadis kecil berambut gelap, sementara Muschietti ingin sebaliknya.
Gaya kabin reyot tempat kedua gadis tersebut ditemukan juga ditentukan oleh sang sutradara. Bila del Toro membayangkan kabin tersebut akan berbentuk semi-gothic dan berasal dari tahun 1800-an, Muschietti justru ingin tempat tersebut terlihat lebih modern dan memiliki gaya dari tahun 1950-an.
4. Salah satu kemenangan besar yang dicapai oleh para pembuat film “Mama” adalah keberhasilan mereka merekrut Jessica Chastain sebagai pemeran utama. Sewaktu dipilih sebagai pemeran Annabel, Chastain memang sudah terlibat dalam film-film seperti “The Tree of Life”, “The Help”, “Lawless”, dan “Take Shelter”. Tetapi, sebagian besar dari film-film tersebut belum beredar sehingga saat itu popularitas Chastain belum menanjak tajam.
Sang aktris sendiri tertarik pada sosok Annabel dalam film “Mama” karena karakternya berbeda dengan peran-peran sebelumnya. Meski demikian, Chastain tidak main-main dengan tugasnya. Del Toro sendiri menjelaskan bahwa Chastain punya rasionalisasinya sendiri tentang tampilan fisik Annabel, bajunya, sampai tatonya sekalipun.
Menurut Chastain, tato gurita yang dimiliki Annabel menggambarkan karakternya. Ketika Annabel mendapati dirinya tersangkut dalam situasi yang tak disukainya, seperti sang gurita, ia akan menanggalkan tentakelnya dan menumbuhkan tentakel baru untuk melarikan diri.

5. Ternyata, ada sedikit kendala komunikasi saat produksi film “Mama”. Isabelle [Nélisse] kecil, yang berperan sebagai Lilly, tidak bisa bicara bahasa Inggris sepatah kata pun, kata Barbara Muschietti dalam wawancara dengan ScreenCrave. Dalam film, Nélisse (yang hanya bisa bahasa Prancis) memang tidak diberikan porsi dialog yang banyak dan lebih banyak berbicara dengan bahasa tubuh. Tetapi, ini tidak mencegah Nélisse untuk memberikan penampilan yang apik sebagai seorang gadis yang sejak kecil tinggal di hutan.
6. Sejak awal, Andrés Muschietti sudah memiliki konsep yang kuat mengenai bagaimana Mama akan ditampilkan dalam filmnya. Muschietti yang terkesan sekaligus takut dengan lukisan-lukisan karya Modigliani sejak kecil kemudian menggunakan gaya yang ditemukannya disini untuk menggambarkan sosok Mama. “Kami punya lukisan Modigliani sewaktu masih kecil, dan lukisan itu menakuti kami setengah mati. Ketika ia [Andrés] mulai menggambar Mama, jelas bahwa ada pengaruh Modigliani pada Mama,” kata Barbara.
“Potret yang dibuatnya [Modigliani] semua adalah wanita yang tidak punya mata, mata mereka kosong, mereka juga punya wajah dan leher yang memanjang. Saya tidak tahu apakah ini menakutkan untuk semua orang, tapi untuk untuk banyak orang, ini sungguh menakutkan,” kata Andrés di situs ShockTillYouDrop.

7. Bila Anda takut sekaligus kagum dengan penampilan Mama yang mengerikan, maka Anda perlu berkenalan dengan sosok Javier Botet. Benar, pemeran sosok menakutkan yang selalu menemani Victoria dan Lilly adalah seorang pria. Meski tak familiar dengan namanya, Anda mungkin familiar dengan filmnya. Aktor asal Spanyol ini pernah tampil di akhir film “[Rec]” (2007).
Botet bisa memerankan sosok-sosok horor ini karena menderita Marfan syndrome. Sindrom ini menyebabkan Botet memiliki tubuh tinggi kurus dengan jari-jari yang panjang. Ia juga bisa melepas sendi-sendinya, sehingga banyak gerakan yang tak mampu dilakukan oleh orang normal dapat dilakukan dengan mudah oleh sang aktor.
8. Untuk membentuk Mama menjadi sebuah karakter nyata yang utuh, tim efek spesial yang dipimpin oleh Edward Taylor bertanggung jawab untuk menghadirkan efek digital rambut Mama yang melayang-layang.
Sementara itu, alat bantu yang digunakan untuk menguatkan kesan horor pada penampilan Javier Botet ditangani oleh Montse Ribé dan David Martà dari DDT Effects. Mereka membuat alat untuk memanjangkan leher dan jari-jari Botet serta mendistorsikan wajahnya agar tak lagi mirip manusia.
Untuk menyamai pergerakan rambut digitalnya yang luwes, sang desainer kostum, Luis Sequeira, membuatkan 15 versi gaun yang dikenakan Mama. Setiap gaun ini dijahit dengan tangan dan diwarnai sehingga dapat tampil dari satu adegan ke adegan lain dan terlihat seperti bagian gaun yang sama.

9. Bila Anda sudah melihat video di belakang pembuatan film “Mama” yang menghadirkan rekaman tes gerakan Javier Botet, tak sulit untuk memahami bahwa film ini memang tidak mengandalkan banyak CGI. Tetapi, bila Anda belum melihat sendiri bagaimana Botet berjalan sambil melepaskan sendi-sendinya, Anda mungkin akan mengira bahwa yang Anda lihat adalah efek komputer.
“Seseorang berkata pada saya bahwa satu-satunya efek visual yang tidak bisa dipercayainya adalah Mama, tubuhnya terlihat “terlalu CG [computer generated].” Saya bilang, “Itu adalah seorang pria!” kata del Toro dalam wawancara dengan TwitchFilm. “Satu-satunya CGI di makhluk bernama Mama ini adalah pada rambutnya.”
10. Properti dalam satu film kadang-kadang dipinjam untuk digunakan dalam film lain. Di film “Mama”, ada beberapa properti yang dipinjam oleh Guillermo del Toro untuk digunakan di film barunya, “Pacific Rim” (2013). Apakah itu? “Yang pertama adalah sebuah pohon. Saya bilang, kami butuh pohon untuk adegan kilas balik, jadi saya ambil pohonnya. Dan juga tiga dinding dan sebuah lorong. Saya kemudian mengecatnya dengan warna lain,” kata del Toro.
Posted by Unknown
10 Trivia Film "Oz the Great and Powerful"
Sam Raimi patut berbangga hati karena “Oz the Great and Powerful” yang
disutradarainya berhasil menjadi film blockbuster pertama di tahun 2013.
Film ini bercerita mengenai sosok Oscar Diggs yang nantinya menjadi Oz
sang penguasa Emerald City.
“Oz the Great and Powerful” memang dibuat dengan dana sekitar $215 juta. Tapi, hal paling sulit yang harus dihadapi Raimi dan timnya justru adalah target penontonnya yang sudah terlebih dulu punya gambaran yang sangat solid mengenai tampilan dari negeri Oz yang ajaib. Bagaimanakah Raimi membangun film fantasi 3D ini dengan visinya sendiri sampai akhirnya menjadi salah satu film dengan debut terbaik tahun ini? Berikut adalah 10 trivia tentang film “Oz the Great and Powerful”:
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"1.
Seluruh penggambilan gambar dari film “Oz the Great and Powerful”
dilakukan di Raleigh Michigan Studios (film pertama yang dibuat di
studio seluas 62.710 meter persegi itu). Studio yang memiliki tujuh
soundstage ini terletak di Pontiac, Michigan. Produksi film “Oz the
Great and Powerful” sendiri berlangsung dari tanggal 21 Juli 2011 sampai
19 Desember 2011.
2. Membangun Emerald City serta lokasi-lokasi lain yang krusial dalam cerita “Oz the Great and Powerful” merupakan sesuatu yang rumit. Dalam wawancaranya dengan situs About.com, Raimi sendiri membenarkan bahwa mereka tak punya hak memasukkan hal-hal yang sudah melegenda dari film “The Wizard of Oz” (1939). Karena itu, jangan heran kalau Anda tidak dapat menemukan sepatu ruby merah yang terkenal itu dalam film ini.
“Saya berharap kami dapat menggunakan Emerald City dari The Wizard of Oz yang asli, tapi kami tidak mempunyai hak yang legal untuk melakukan itu, atau menggunakan sepatu ruby merah, atau banyak elemen-elemen ikonis lain dari filmnya yang dirilis di tahun 1939,” kata Raimi. “Tapi, hal itu belakangan tidak jadi masalah karena kami benar-benar berusaha untuk menceritakan kisah kami sendiri. Ini merupakan sebuah cerita asli, dengan penghormatan terhadap film The Wizard of Oz.”
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"3.
Untuk mewujudkan tampilan Oz yang fantastis, Raimi menyerahkan tugas
ini pada sang desainer produksi, Robert Stromberg. Dengan rancangan yang
baru dan lebih segar, Stromberg menciptakan kembali set legendaris
seperti Yellow Brick Road dan Emerald City. Totalnya, ia ditugaskan
untuk merancang dan menangani pembuatan 30 set yang sudah mencakup Ruang
Takhta di Emerald City, Whimsie Woods tempat Oscar Diggs pertama
bertemu dengan Theodora, China Town yang seluruh bangunan dan
penghuninya terbuat dari porselen, serta area pemakaman dan
sekelilingnya dalam Dark Forest.
Sebelum mengerjakan tugasnya, Stromberg mengusulkan agar Oz digambarkan dengan memanfaatkan set yang dibangun di dalam ruangan untuk mempertahankan sisi fantastis dari negeri ajaib ini. “Banyak proyek lain yang telah saya kerjakan sifatnya lebih virtual. Saya pikir dalam kasus ini, ada alasan yang kuat kenapa saya mengajukan pada Disney dan Raimi agar kita membuat set asli di soundstage. Saya lihat film ini hampir memiliki kualitas sebuah pementasan teater. Kalau kami pergi saja ke luar ruangan dan membangun Yellow Brick Road di sebuah bukit di Irlandia, misalnya, ini tidak akan terasa sama dengan apa yang kita pikirkan mengenai dunia Oz yang fantastis, rasanya akan terlalu nyata,” kata Stromberg dalam catatan produksi filmnya.
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"4.
Sebelum James Franco terpilih memerankan Oscar Diggs, Robert Downey,
Jr. dan Johnny Depp telah terlebih dahulu ditawari untuk membawakan
karakter ini. Franco akhirnya mendapatkan peran ini setelah ia bertemu
dengan Raimi dan menemukan bahwa keduanya memiliki kesamaan visi untuk
mewujudkan kisah legendaris yang punya sentuhan baru ini.
“Sebenarnya waktu muda saya sangat suka membaca, dan saya pikir buku-buku pertama yang saya baca sendiri adalah buku-buku Oz dari [L. Frank] Baum, semua empat belas atau lima belas buku yang ditulisnya. Jadi, seperti banyak film yang sudah saya kerjakan, masuk ke dalam dunia ini sangat memuaskan, karena ini dibuat dari material yang dulu saya sukai saat masih kecil,” kata Franco dalam wawancaranya dengan Collider.
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"5.
Untuk melengkapi penampilan Michelle Williams, Rachel Weisz, serta Mila
Kunis sebagai tiga penyihir yang kuat, penata perlengkapan veteran
Hollywood, Russell Bobbitt, membuat tiga benda penting yang digambarkan
sebagai sumber kekuatan mereka. Untuk Theodora, ia membuat sebuah cincin
yang bisa membantunya membuat bola api. Saudarinya, Evanora, memiliki
sebuah jimat yang membuat jari-jarinya mengeluarkan petir. Glinda, tentu
saja mendapat sebuah tongkat yang dapat digunakannya memanipulasi air.
Selain itu, Bobbitt juga memproduksi 5000 koin emas yang digunakan untuk memenuhi ruang harta di menara Emerald City. Bila diperhatikan, satu sisi dari koin ini memiliki gambar Yellow Brick Road, sementara sisi satunya lagi bergambar wajah L. Frank Baum, penulis novel-novel cerita Oz.
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"
6. Referensi pada L. Frank Baum tidak hanya terdapat pada koin emas di Emerald City saja. Di awal film, sirkus tempat Oscar Diggs bekerja dinamai Baum Brothers Circus. Selain itu, asisten Oscar yang diperankan oleh Zach Braff juga dinamai Frank, sesuai nama sang novelis.
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"7.
Ternyata, berperan sebagai Glinda dalam “Oz the Great and Powerful”
bukanlah kesempatan pertama bagi Michelle Williams untuk bersentuhan
dengan para karakter dari dunia magis ini. Sewaktu kecil, Williams juga
pernah terlibat dalam pementasan “The Wizard of Oz”. “Waktu itu saya
ikut sebuah pementasan sekolah, atau sebuah pementasan teater komunitas
yang memainkan Wizard of Oz, dan saya berperan sebagai munchkin dari
Lullaby League.” kata Williams dalam wawancaranya dengan situs Buzzsugar.
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"8.
Pembuatan film “Oz the Great and Powerful” tidak hanya melibatkan
ratusan pemeran pembantu yang berperan menjadi manusia biasa. Lebih dari
100 di antara mereka semua ternyata merupakan karakter khusus yang
butuh tambahan prostetik. Seniman make-up SFX Greg Nicotero dan Howard
Berger pun dilibatkan dalam hal ini untuk merancang dan menyediakan
bahan-bahan yang digunakan untuk membuat karakter-karakter spesial dalam
film ini. Tak hanya para penyihir dan China Girl saja yang mendapat
perhatian khusus. Semua Munchkins, Winkies, serta Tinkers juga
masing-masing harus ditangani dengan detail.
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"9.
Selain harus didandani khusus, para pemeran pendukung film “Oz the
Great and Powerful” ini juga harus diberi kostum khusus yang punya ciri
tersendiri, sesuai dengan jenis karakter yang mereka mainkan. Dua
desainer kostum, Gary Jones dan Michael Kutsche, harus merancang,
menciptakan, dan membuat padanan dari hampir 2000 kostum untuk semua
karakter ini. Untuk menciptakan tampilan yang berbeda bagi para
penyihir, Munchkins, Quadlings, sampai Tinkers, Jones dan Kutsche harus
mencetak dan memanipulasi kain buatan mereka sendiri supaya dapat
menghasilkan tampilan yang bervariasi dan sesuai dengan karakteristik
spesifik dari masing-masing makhluk penghuni Oz ini.
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"10.
Meski tidak memungkinkan bagi Raimi untuk membuat “Oz the Great and
Powerful” sedekat mungkin dengan film “The Wizard of Oz”, ia mampu
mengakalinya dengan menggunakan alur bercerita yang dapat kita temukan
di film klasik tersebut.
Ketika cerita dimulai di Kansas tahun 1905, film “Oz the Great and Powerful” tampil dalam format film hitam putih dengan rasio layar 5:3 dan suara mono. Ketika Oscar Diggs akhirnya sampai ke Oz, transisi dari suara mono ke 7.1 surround sound pun dimulai. Bersamaan dengan itu, rasio layar pun berubah menjadi 16:7, suara di latar belakangnya pun menjadi semakin besar ketika filmnya perlahan berubah menjadi berwarna dan efek 3D-nya pun terlihat semakin dalam, memperlihatkan lanskap Oz yang megah.
“Oz the Great and Powerful” memang dibuat dengan dana sekitar $215 juta. Tapi, hal paling sulit yang harus dihadapi Raimi dan timnya justru adalah target penontonnya yang sudah terlebih dulu punya gambaran yang sangat solid mengenai tampilan dari negeri Oz yang ajaib. Bagaimanakah Raimi membangun film fantasi 3D ini dengan visinya sendiri sampai akhirnya menjadi salah satu film dengan debut terbaik tahun ini? Berikut adalah 10 trivia tentang film “Oz the Great and Powerful”:
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"1.
Seluruh penggambilan gambar dari film “Oz the Great and Powerful”
dilakukan di Raleigh Michigan Studios (film pertama yang dibuat di
studio seluas 62.710 meter persegi itu). Studio yang memiliki tujuh
soundstage ini terletak di Pontiac, Michigan. Produksi film “Oz the
Great and Powerful” sendiri berlangsung dari tanggal 21 Juli 2011 sampai
19 Desember 2011.2. Membangun Emerald City serta lokasi-lokasi lain yang krusial dalam cerita “Oz the Great and Powerful” merupakan sesuatu yang rumit. Dalam wawancaranya dengan situs About.com, Raimi sendiri membenarkan bahwa mereka tak punya hak memasukkan hal-hal yang sudah melegenda dari film “The Wizard of Oz” (1939). Karena itu, jangan heran kalau Anda tidak dapat menemukan sepatu ruby merah yang terkenal itu dalam film ini.
“Saya berharap kami dapat menggunakan Emerald City dari The Wizard of Oz yang asli, tapi kami tidak mempunyai hak yang legal untuk melakukan itu, atau menggunakan sepatu ruby merah, atau banyak elemen-elemen ikonis lain dari filmnya yang dirilis di tahun 1939,” kata Raimi. “Tapi, hal itu belakangan tidak jadi masalah karena kami benar-benar berusaha untuk menceritakan kisah kami sendiri. Ini merupakan sebuah cerita asli, dengan penghormatan terhadap film The Wizard of Oz.”
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"3.
Untuk mewujudkan tampilan Oz yang fantastis, Raimi menyerahkan tugas
ini pada sang desainer produksi, Robert Stromberg. Dengan rancangan yang
baru dan lebih segar, Stromberg menciptakan kembali set legendaris
seperti Yellow Brick Road dan Emerald City. Totalnya, ia ditugaskan
untuk merancang dan menangani pembuatan 30 set yang sudah mencakup Ruang
Takhta di Emerald City, Whimsie Woods tempat Oscar Diggs pertama
bertemu dengan Theodora, China Town yang seluruh bangunan dan
penghuninya terbuat dari porselen, serta area pemakaman dan
sekelilingnya dalam Dark Forest.Sebelum mengerjakan tugasnya, Stromberg mengusulkan agar Oz digambarkan dengan memanfaatkan set yang dibangun di dalam ruangan untuk mempertahankan sisi fantastis dari negeri ajaib ini. “Banyak proyek lain yang telah saya kerjakan sifatnya lebih virtual. Saya pikir dalam kasus ini, ada alasan yang kuat kenapa saya mengajukan pada Disney dan Raimi agar kita membuat set asli di soundstage. Saya lihat film ini hampir memiliki kualitas sebuah pementasan teater. Kalau kami pergi saja ke luar ruangan dan membangun Yellow Brick Road di sebuah bukit di Irlandia, misalnya, ini tidak akan terasa sama dengan apa yang kita pikirkan mengenai dunia Oz yang fantastis, rasanya akan terlalu nyata,” kata Stromberg dalam catatan produksi filmnya.
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"4.
Sebelum James Franco terpilih memerankan Oscar Diggs, Robert Downey,
Jr. dan Johnny Depp telah terlebih dahulu ditawari untuk membawakan
karakter ini. Franco akhirnya mendapatkan peran ini setelah ia bertemu
dengan Raimi dan menemukan bahwa keduanya memiliki kesamaan visi untuk
mewujudkan kisah legendaris yang punya sentuhan baru ini.“Sebenarnya waktu muda saya sangat suka membaca, dan saya pikir buku-buku pertama yang saya baca sendiri adalah buku-buku Oz dari [L. Frank] Baum, semua empat belas atau lima belas buku yang ditulisnya. Jadi, seperti banyak film yang sudah saya kerjakan, masuk ke dalam dunia ini sangat memuaskan, karena ini dibuat dari material yang dulu saya sukai saat masih kecil,” kata Franco dalam wawancaranya dengan Collider.
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"5.
Untuk melengkapi penampilan Michelle Williams, Rachel Weisz, serta Mila
Kunis sebagai tiga penyihir yang kuat, penata perlengkapan veteran
Hollywood, Russell Bobbitt, membuat tiga benda penting yang digambarkan
sebagai sumber kekuatan mereka. Untuk Theodora, ia membuat sebuah cincin
yang bisa membantunya membuat bola api. Saudarinya, Evanora, memiliki
sebuah jimat yang membuat jari-jarinya mengeluarkan petir. Glinda, tentu
saja mendapat sebuah tongkat yang dapat digunakannya memanipulasi air.Selain itu, Bobbitt juga memproduksi 5000 koin emas yang digunakan untuk memenuhi ruang harta di menara Emerald City. Bila diperhatikan, satu sisi dari koin ini memiliki gambar Yellow Brick Road, sementara sisi satunya lagi bergambar wajah L. Frank Baum, penulis novel-novel cerita Oz.
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"6. Referensi pada L. Frank Baum tidak hanya terdapat pada koin emas di Emerald City saja. Di awal film, sirkus tempat Oscar Diggs bekerja dinamai Baum Brothers Circus. Selain itu, asisten Oscar yang diperankan oleh Zach Braff juga dinamai Frank, sesuai nama sang novelis.
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"7.
Ternyata, berperan sebagai Glinda dalam “Oz the Great and Powerful”
bukanlah kesempatan pertama bagi Michelle Williams untuk bersentuhan
dengan para karakter dari dunia magis ini. Sewaktu kecil, Williams juga
pernah terlibat dalam pementasan “The Wizard of Oz”. “Waktu itu saya
ikut sebuah pementasan sekolah, atau sebuah pementasan teater komunitas
yang memainkan Wizard of Oz, dan saya berperan sebagai munchkin dari
Lullaby League.” kata Williams dalam wawancaranya dengan situs Buzzsugar.
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"8.
Pembuatan film “Oz the Great and Powerful” tidak hanya melibatkan
ratusan pemeran pembantu yang berperan menjadi manusia biasa. Lebih dari
100 di antara mereka semua ternyata merupakan karakter khusus yang
butuh tambahan prostetik. Seniman make-up SFX Greg Nicotero dan Howard
Berger pun dilibatkan dalam hal ini untuk merancang dan menyediakan
bahan-bahan yang digunakan untuk membuat karakter-karakter spesial dalam
film ini. Tak hanya para penyihir dan China Girl saja yang mendapat
perhatian khusus. Semua Munchkins, Winkies, serta Tinkers juga
masing-masing harus ditangani dengan detail.
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"9.
Selain harus didandani khusus, para pemeran pendukung film “Oz the
Great and Powerful” ini juga harus diberi kostum khusus yang punya ciri
tersendiri, sesuai dengan jenis karakter yang mereka mainkan. Dua
desainer kostum, Gary Jones dan Michael Kutsche, harus merancang,
menciptakan, dan membuat padanan dari hampir 2000 kostum untuk semua
karakter ini. Untuk menciptakan tampilan yang berbeda bagi para
penyihir, Munchkins, Quadlings, sampai Tinkers, Jones dan Kutsche harus
mencetak dan memanipulasi kain buatan mereka sendiri supaya dapat
menghasilkan tampilan yang bervariasi dan sesuai dengan karakteristik
spesifik dari masing-masing makhluk penghuni Oz ini.
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"10.
Meski tidak memungkinkan bagi Raimi untuk membuat “Oz the Great and
Powerful” sedekat mungkin dengan film “The Wizard of Oz”, ia mampu
mengakalinya dengan menggunakan alur bercerita yang dapat kita temukan
di film klasik tersebut.Ketika cerita dimulai di Kansas tahun 1905, film “Oz the Great and Powerful” tampil dalam format film hitam putih dengan rasio layar 5:3 dan suara mono. Ketika Oscar Diggs akhirnya sampai ke Oz, transisi dari suara mono ke 7.1 surround sound pun dimulai. Bersamaan dengan itu, rasio layar pun berubah menjadi 16:7, suara di latar belakangnya pun menjadi semakin besar ketika filmnya perlahan berubah menjadi berwarna dan efek 3D-nya pun terlihat semakin dalam, memperlihatkan lanskap Oz yang megah.
Posted by Unknown
Lima Alasan Menonton Film "Oz the Great and Powerful"
Film “Oz the Great and Powerful” (2013) yang terinspirasi dari buku
cerita anak-anak populer karya L. Frank Baum akan mencoba kembali
menyeret Anda ke sebuah dunia yang fantastis.
Film ini merupakan prekuel dari “The Wizard of Oz” (1939) yang legendaris. Bila Anda adalah penggemar film klasik besutan Victor Fleming ini, “Oz the Great and Powerful” merupakan pilihan yang tepat untuk disaksikan. Selain itu, apa lagi alasan-alasan untuk menyaksikan film yang dibintangi James Franco, Mila Kunis, Michelle Williams, dan Rachel Weisz ini?
Berikut adalah lima alasan untuk menonton film “Oz the Great and Powerful”:
1. Kembali ke Oz
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"Belajar
dari apa yang terjadi di Hollywood beberapa dekade belakangan, prekuel
tak selalu membuat film aslinya menjadi lebih menarik. Justru, terkadang
menceritakan semua kisah latar belakang yang tidak kita ketahui
sebelumnya membuat elemen misteri dalam filmnya menjadi lenyap. Ini
belum termasuk kalau prekuelnya justru mencoreng ingatan kita akan film
aslinya karena hasilnya jauh di bawah ekspektasi. Tapi, ketika pembuat
filmnya berhasil memasukkan unsur-unsur familiar dari film pendahulunya
dan mencampurnya dengan inovasi yang hebat dari segi efek visual dan
cerita, sebuah prekuel justru bisa memperkaya kisah asli.
“Oz the Great and Powerful” sendiri berada di tengah-tengah spektrum ini. Yang jelas, film ini menarik untuk ditonton karena ia memberi kesempatan bagi kita untuk mengunjungi kembali negeri yang magis ini. Tak semua orang ingin tahu bagaimana Oscar Diggs (James Franco) akhirnya menjadi Oz (Frank Morgan), pemimpin di Emerald City. Tetapi, semua orang yang menyukai “The Wizard of Oz” pasti merasa sedikit rindu pada film klasik tersebut dan ingin melihat bagaimana Oz dibuat kembali dengan teknologi modern. Penonton bisa berjalan-jalan lagi di atas jalan bata kuning, bertemu kembali dengan sosok tiga penyihir, serta menyaksikan bentang alam yang cantik dari dunia yang ajaib ini — “Oz the Great and Powerful” jelas diciptakan untuk mereka yang kangen nostalgia.
2. Sam Raimi
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"Walaupun
dibuat dengan palet warna cerah, tak sulit untuk melihat bahwa “Oz the
Great and Powerful” memang film karya Sam Raimi. Semua elemen fantasi
yang sudah kita tunggu dalam film ini muncul dan memberi kesan bahwa “Oz
the Great and Powerful” punya rasa semanis film pendahulunya. Tapi, di
tangan Raimi, kisah Oscar Diggs yang tersesat di sebuah dunia yang asing
punya unsur-unsur cerita yang gelap dan mungkin tidak Anda sangka akan
hadir di sebuah film produksi Disney dengan rating PG. Tidak salah bila
Anda kemudian teringat dengan film “Army of Darkness” (1992), karena
Raimi sendiri mengakui bahwa dua kisah ini memiliki elemen-elemen cerita
yang sangat mirip.
Meski demikian, keputusan Raimi untuk memasukkan corak gelap dalam “Oz the Great and Powerful” dengan cara demikian membuat rasa dari filmnya secara keseluruhan menjadi kurang menyatu. Kadang, Anda akan terkejut dengan penggambaran karakter Oz sebagai seorang pria brengsek yang suka merayu wanita. Lalu, Anda akan menemukan bahwa beberapa elemen ceritanya terasa sangat konyol. Akhirnya, tentu saja, Anda baru akan menyadari bahwa pada dasarnya “Oz the Great and Powerful” adalah sebuah film keluarga. Ini merupakan pilihan penyutradaraan yang aneh. Namun, perlu diakui bahwa sentuhan Raimi membuat naskah yang penuh kelemahan dari Mitchell Kapner dan David Lindsay-Abaire terasa sedikit lebih cerdas dan menarik.
3. Michelle Williams and Rachel Weisz
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"Kehadiran
Michelle Williams sebagai Glinda serta Rachel Weisz sebagai Evanora
adalah salah satu faktor utama yang membuat “Oz the Great and Powerful”
menjadi spesial. Tanpa dukungan akting yang apik dari keduanya, film ini
akan kehilangan sebagian besar dari daya pikatnya. Sebagai penyihir
yang berada di dua kutub yang berseberangan, Williams dan Weisz memberi
penampilan memukau yang sangat dibutuhkan film ini. Terutama, karena
James Franco terlambat menghadirkan Oz sebagai karakter yang mengundang
simpati.
Kostum dan tata rias yang sangat pas juga membuat Williams dan Weisz dapat menghuni karakter mereka sepenuhnya. Meski berperan sebagai penyihir yang baik, Williams bukanlah wanita lemah yang hanya punya satu atau dua trik sihir. Weisz sendiri mampu berperan sebagai penyihir jahat dengan sangat santai dan leluasa tanpa kehilangan keanggunan. Setiap kehadiran Evanora di layar merupakan saat yang begitu berharga.
4. Efek Visual yang Cantik
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"Awalnya,
pemandangan Oz yang fantastis memang akan membuat mata Anda harus
berusaha keras untuk membiasakan diri. Seperti yang bisa kita intip di
cuplikannya, Oz yang dihadirkan Raimi kadang terlihat aneh, palsu, dan
beberapa hal terlihat seperti berbahan dasar plastik. Tapi, bila kita
mengingat kembali, “Oz the Great and Powerful” serta “The Wizard of Oz”
punya tampilan dunia yang memang mirip. Bila Raimi semata-mata
memanfaatkan contoh yang sudah ada, maka Oz karyanya merupakan
modifikasi dari tiruan yang sempurna.
Dalam film ini, kita juga disuguhi versi CGI dari lokasi-lokasi penting yang sudah pernah kita saksikan di film pendahulunya. Emerald City, Munchkinland, ladang bunga poppy, sampai Dark Forest yang sekarang terlihat lebih seram. Selain itu, makhluk-makhluk luar biasa seperti Finley si monyet bersayap, China Girl yang terbuat dari porselen, pasukan baboon yang bisa terbang, sampai peri sungai pun terlihat cukup detail dan tidak terasa aneh disandingkan dengan para karakter lain yang diperankan oleh manusia.
5. 3D
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"Aspek
3D dalam “Oz the Great and Powerful” memang tidak terlihat sebagai
karya yang asal-asalan. Meski efeknya tidak sehalus dan semegah
film-film live-action seperti “Hugo” (2011) ataupun “Life of Pi” (2012),
“Oz the Great and Powerful” layak untuk disaksikan dalam format 3D.
Menggunakan format ini, Sam Raimi mampu menghadirkan dunia yang terasa
lebih hidup dengan efek ledakan yang lebih menyolok, adegan terbang yang
lebih mengasyikkan, serta kehadiran babon terbang yang lebih
mengagetkan.
Sisi lemahnya, tentu saja ada di faktor durasi. Mengenakan kacamata 3D selama 130 menit mungkin dapat membuat mata lelah. Tapi, bila Anda menonton bersama anak-anak, tampilan 3D “Oz the Great and Powerful” mungkin akan lebih menarik bagi mereka. Sama seperti dahulu penonton terkesima dengan tampilan negeri Oz dalam Technicolor, teknologi modern kini menawarkan kita kesempatan untuk terkesima dengan dunia ciptaan L. Frank Baum ini sekali lagi.
Film ini merupakan prekuel dari “The Wizard of Oz” (1939) yang legendaris. Bila Anda adalah penggemar film klasik besutan Victor Fleming ini, “Oz the Great and Powerful” merupakan pilihan yang tepat untuk disaksikan. Selain itu, apa lagi alasan-alasan untuk menyaksikan film yang dibintangi James Franco, Mila Kunis, Michelle Williams, dan Rachel Weisz ini?
Berikut adalah lima alasan untuk menonton film “Oz the Great and Powerful”:
1. Kembali ke Oz
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"Belajar
dari apa yang terjadi di Hollywood beberapa dekade belakangan, prekuel
tak selalu membuat film aslinya menjadi lebih menarik. Justru, terkadang
menceritakan semua kisah latar belakang yang tidak kita ketahui
sebelumnya membuat elemen misteri dalam filmnya menjadi lenyap. Ini
belum termasuk kalau prekuelnya justru mencoreng ingatan kita akan film
aslinya karena hasilnya jauh di bawah ekspektasi. Tapi, ketika pembuat
filmnya berhasil memasukkan unsur-unsur familiar dari film pendahulunya
dan mencampurnya dengan inovasi yang hebat dari segi efek visual dan
cerita, sebuah prekuel justru bisa memperkaya kisah asli.“Oz the Great and Powerful” sendiri berada di tengah-tengah spektrum ini. Yang jelas, film ini menarik untuk ditonton karena ia memberi kesempatan bagi kita untuk mengunjungi kembali negeri yang magis ini. Tak semua orang ingin tahu bagaimana Oscar Diggs (James Franco) akhirnya menjadi Oz (Frank Morgan), pemimpin di Emerald City. Tetapi, semua orang yang menyukai “The Wizard of Oz” pasti merasa sedikit rindu pada film klasik tersebut dan ingin melihat bagaimana Oz dibuat kembali dengan teknologi modern. Penonton bisa berjalan-jalan lagi di atas jalan bata kuning, bertemu kembali dengan sosok tiga penyihir, serta menyaksikan bentang alam yang cantik dari dunia yang ajaib ini — “Oz the Great and Powerful” jelas diciptakan untuk mereka yang kangen nostalgia.
2. Sam Raimi
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"Walaupun
dibuat dengan palet warna cerah, tak sulit untuk melihat bahwa “Oz the
Great and Powerful” memang film karya Sam Raimi. Semua elemen fantasi
yang sudah kita tunggu dalam film ini muncul dan memberi kesan bahwa “Oz
the Great and Powerful” punya rasa semanis film pendahulunya. Tapi, di
tangan Raimi, kisah Oscar Diggs yang tersesat di sebuah dunia yang asing
punya unsur-unsur cerita yang gelap dan mungkin tidak Anda sangka akan
hadir di sebuah film produksi Disney dengan rating PG. Tidak salah bila
Anda kemudian teringat dengan film “Army of Darkness” (1992), karena
Raimi sendiri mengakui bahwa dua kisah ini memiliki elemen-elemen cerita
yang sangat mirip.Meski demikian, keputusan Raimi untuk memasukkan corak gelap dalam “Oz the Great and Powerful” dengan cara demikian membuat rasa dari filmnya secara keseluruhan menjadi kurang menyatu. Kadang, Anda akan terkejut dengan penggambaran karakter Oz sebagai seorang pria brengsek yang suka merayu wanita. Lalu, Anda akan menemukan bahwa beberapa elemen ceritanya terasa sangat konyol. Akhirnya, tentu saja, Anda baru akan menyadari bahwa pada dasarnya “Oz the Great and Powerful” adalah sebuah film keluarga. Ini merupakan pilihan penyutradaraan yang aneh. Namun, perlu diakui bahwa sentuhan Raimi membuat naskah yang penuh kelemahan dari Mitchell Kapner dan David Lindsay-Abaire terasa sedikit lebih cerdas dan menarik.
3. Michelle Williams and Rachel Weisz
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"Kehadiran
Michelle Williams sebagai Glinda serta Rachel Weisz sebagai Evanora
adalah salah satu faktor utama yang membuat “Oz the Great and Powerful”
menjadi spesial. Tanpa dukungan akting yang apik dari keduanya, film ini
akan kehilangan sebagian besar dari daya pikatnya. Sebagai penyihir
yang berada di dua kutub yang berseberangan, Williams dan Weisz memberi
penampilan memukau yang sangat dibutuhkan film ini. Terutama, karena
James Franco terlambat menghadirkan Oz sebagai karakter yang mengundang
simpati.Kostum dan tata rias yang sangat pas juga membuat Williams dan Weisz dapat menghuni karakter mereka sepenuhnya. Meski berperan sebagai penyihir yang baik, Williams bukanlah wanita lemah yang hanya punya satu atau dua trik sihir. Weisz sendiri mampu berperan sebagai penyihir jahat dengan sangat santai dan leluasa tanpa kehilangan keanggunan. Setiap kehadiran Evanora di layar merupakan saat yang begitu berharga.
4. Efek Visual yang Cantik
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"Awalnya,
pemandangan Oz yang fantastis memang akan membuat mata Anda harus
berusaha keras untuk membiasakan diri. Seperti yang bisa kita intip di
cuplikannya, Oz yang dihadirkan Raimi kadang terlihat aneh, palsu, dan
beberapa hal terlihat seperti berbahan dasar plastik. Tapi, bila kita
mengingat kembali, “Oz the Great and Powerful” serta “The Wizard of Oz”
punya tampilan dunia yang memang mirip. Bila Raimi semata-mata
memanfaatkan contoh yang sudah ada, maka Oz karyanya merupakan
modifikasi dari tiruan yang sempurna.Dalam film ini, kita juga disuguhi versi CGI dari lokasi-lokasi penting yang sudah pernah kita saksikan di film pendahulunya. Emerald City, Munchkinland, ladang bunga poppy, sampai Dark Forest yang sekarang terlihat lebih seram. Selain itu, makhluk-makhluk luar biasa seperti Finley si monyet bersayap, China Girl yang terbuat dari porselen, pasukan baboon yang bisa terbang, sampai peri sungai pun terlihat cukup detail dan tidak terasa aneh disandingkan dengan para karakter lain yang diperankan oleh manusia.
5. 3D
Cuplikan film "Oz the Great and Powerful"Aspek
3D dalam “Oz the Great and Powerful” memang tidak terlihat sebagai
karya yang asal-asalan. Meski efeknya tidak sehalus dan semegah
film-film live-action seperti “Hugo” (2011) ataupun “Life of Pi” (2012),
“Oz the Great and Powerful” layak untuk disaksikan dalam format 3D.
Menggunakan format ini, Sam Raimi mampu menghadirkan dunia yang terasa
lebih hidup dengan efek ledakan yang lebih menyolok, adegan terbang yang
lebih mengasyikkan, serta kehadiran babon terbang yang lebih
mengagetkan.Sisi lemahnya, tentu saja ada di faktor durasi. Mengenakan kacamata 3D selama 130 menit mungkin dapat membuat mata lelah. Tapi, bila Anda menonton bersama anak-anak, tampilan 3D “Oz the Great and Powerful” mungkin akan lebih menarik bagi mereka. Sama seperti dahulu penonton terkesima dengan tampilan negeri Oz dalam Technicolor, teknologi modern kini menawarkan kita kesempatan untuk terkesima dengan dunia ciptaan L. Frank Baum ini sekali lagi.
Posted by Unknown
Pesona Aktris Korea Yoon Eun Hye
Mantan anggota girlband yang sukses, Baby V.O.X, Yoon Eun Hye telah menciptakan dirinya sebagai salah seorang bintang top Korea dan salah satu selebritas yang paling berpengaruh di dunia hiburan Korea.
Kenali Eun Hye Yoon lebih jauh untuk memahami pesonanya.
Kemampuan akting
Pada 2006, Yoon Eun Hye mendapat peran penting sebagai Shin Chae Gyung dalam “The Princess Hours”.
Pembagian peran itu awalnya ditentang penggemar. Tapi Eun Hye memenangi hati mereka dengan penampilan luar biasa sebagai putri yang canggung namun dicintai. Peran itu membuatnya memperoleh sukses.
Drama dia yang selanjutnya “The Vineyard Man” tidak terlalu sukses karena persaingan ketat. Namun Eun Hye terus menuai penghargaan, dia memenangkan penghargaan aktris baru terbaik di KBS Drama Awards.
Tapi mungkin perannya paling mengesankan adalah dalam drama 2007 “The 1st Shop of Coffee Prince”, saat itu dia memerankan seorang gadis yang berpura-pura menjadi laki-laki untuk bekerja di sebuah warung kopi. Dia menang dua penghargaan untuk perannya, dan menghilangkan keraguan publik tentang kemampuan aktingnya.
Sejak itu, Yoon Eun Hye menjadi pemeran utama untuk dua drama percintaan (“My Fair Lady” dan “Lie to Me” yang menjadi sangat sukses). Proyek drama berikutnya menampilkan dirinya bersama Park Yoochun dari JYJ. Saat ini, mereka membintangi “I Miss You”.
Ikon fashion
Yoon Eun Hye juga dianggap sebagai fashionista top di Korea. Gayanya ini ditiru oleh wanita muda dan ia telah ditampilkan dalam majalah fashion ternama antara lain seperti Vogue, Elle, High Cut dan Nylon.
Dia juga menjadi inspirasi dan model banyak desainer, menjadi bintang Asia pertama yang dibuatkan koleksi cincin eksklusif oleh direktur kreatif Swarovski, Nathalie Colin. Yoon Eun Hye Nirvana Ring adalah seperangkat cincin yang menerapkan "Y" dari namanya menjadi lima warna dengan menggunakan kristal Swarovski.
Yoon Eun Hye juga dipilih untuk menjadi model Cartier, Calvin Klein, Basic House, Joinus, dan Puma.
Setelah melihat banyak foto fashion, saya dapat mengatakan bahwa kualitas yang paling mengagumkan dari Yoon Eun sebagai model adalah kemampuannya untuk menafsirkan busana menggunakan profesi utamanya sebagai seorang aktris.
Kerja amal
Kecantikan Yoon Eun Hye bukan penampilannya saja. Dia telah membantu sejumlah badan dan organisasi amal.
Dia adalah duta kampanye Pink Wings dari Vogue Girl Korea yang berusaha membantu remaja perempuan untuk berperan sebagai kepala rumah tangga.
Dia juga bekerja dengan anak-anak tunanetra untuk merancang sejumlah tas tangan lukis untuk ELBON.
Untuk Basic House, Yoon Eun Hye bekerja sama dengan Kim Hyun Joong untuk Kampanye UNICEF Never Alone dengan hasil pergi ke penerima di Afrika. Dia juga menggalang dana untuk Hope Angel, proyek di bawah Make-A-Wish Foundation dan merupakan bagian dari kampanye Pink Ribbon untuk Breast Cancer Association.
Dengan semua pesona dan status sebagai panutan untuk wanita muda, Yoon Eun Hye siap untuk lebih sukses.
Posted by Unknown
Dituduh Pengikut Dukun S, Nurbuat Muak Dengan Adi Bing Slamet
"Saya dituduh (Adi) jalan mundur dari Tomang ke Slipi. Terus saya dibilang ikut aliran sesat, kurang ajar kan?" ucap Nurbuat saat menggelar jumpa pers di Restoran Lalapan, Jalan Panjang, Jakarta Barat, Kamis (21/3/2013).
Nurbuat menegaskan, kalau dirinya bukan pengikut. Tapi sebatas kenal dengan Eyang Subur. "Saya ini hubungan emosional, makanya saya jawab saya bukan pengikut, saya bukan murid," tegasnya. Bahkan, sambil emosi, Nurbuat menantang Adi untuk datang ke kediamannya. Untuk membicarakan hal itu agar jangan memfitnahnya saja. "Kalau berani datang ke rumah saya Adi, jangan memfitnah saya. Maaf saya agak emosi, jujur saya muak dengan Adi sekarang ini," katanya kesal. (kpl/hen/abs/rth)
Posted by Unknown
Konser Kolosal Angklung akan Digelar di Beijing
Beijing - Perhimpunan Persahabatan
Indonesia-Tiongkok akan menggelar konser kolosal 10 ribu angklung di
Beijing pada akhir Mei 2013. "Diplomasi itu aspeknya banyak, ada antarpemerintah, antarpelaku bisnis, dan antarmasyarakat. Diplomasi antarmasyarakat terdiri atas bidang budaya, olahraga dan ilmu pengetahuan.
Konser kolosal angklung ini merupakan bentuk diplomasi budaya," katanya.
Bondan mengatakan gagasan untuk menggelar konser kolosal 10 ribu angklung telah dimulai sejak satu hingga dua tahun lalu. "Konser akan digelar di lapangan terbuka, dan dimainkan oleh 10 ribu orang yang sebagian besar adalah pelajar, mahasiswa serta warga masyarakat China," ungkap Bondan.
Namun, ada pula yang berasal dari masyarakat keturunan Tionghoa dari Kalimantan dan Surabaya, sekitar 500 orang yang akan bergabung dalam konser kolosal 10 ribu angklung tersebut, lanjutnya.
Konser kolosal 10 ribu angklung juga akan dicatatkan pada Guiness Book of Records. "Sebelumnya telah ada konser kolosal 5.000 angklung yang digelar perwakilan Indonesia di Amerika serikat pada 2011," ungkap Bondan.
Direktur Saung Angklung Udjo Taufik Hidayat Udjo mengatakan konser kolosal 10 ribu angklung ini merupakan bentuk pelestarian alat musik bambu khas Indonesia yang telah tercatat sebagai salah satu warisan budaya dunia "The Intangible Heritages" UNESCO.
"Syarat untuk dapat bertahan tercatat sebagai warisan budaya UNESCO adalah warisan budaya dimaksud harus terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan. Jika upaya itu tidak dapat kita lakukan terus menerus, angklung bisa dicabut statusnya sebagai warisan budaya dunia. Maka itu, kita terus berupaya agar angklung tetap terpelihara, terlindungi, terpromosikan dan tergenerasikan ," katanya.
Dalam konser kolosal angklung di Beijing Mei mendatang selain mengerahkan 10 ribu angklung, Saung Angklung Udjo juga mengirimkan 40 orang untuk ikut terlibat.
"Selama konser kolosal angklung itu, akan dilantunkan enam hingga tujuh lagu baik lagu Indonesia maupun China, yang akrab di telinga masyarakat masing-masing kedua negara, seperti `Ayo Mama` dari Indonesia atau `Yue Liang Dai Biao Wo De Xin` lagu dari China," katanya.
Taufik menambahkan,"Kami juga akan membawakan lagu yang agak sulit seperti lagu dari Queen. Kami ingin menunjukkan bahwa alat musik angklung mampu memainkan aransemen musik yang agak rumit,".
Posted by Unknown
I LOVE YOU, GOODBYE...
Aku memandangi foto tersebut beberapa saat. “Hanna, i’ll keep you on my mind... we will meet again someday. Goodbye...” Ucapku dengan memegang erat selembar foto di tangan kanan lalu menempalkannya di dada.
“Hanna!!” mimpi itu lagi! sudah beberapa kali aku bermimpi seperti itu.
“aku tidak tau mengenai Hanna semenjak kepindahannya. Lagipula, kenapa kau baru mencarinya sekarang? Terakhir kali aku bertemu Hanna 2 tahun yang lalu, ia bercerita kepadaku bahwa keluargamu tidak menyetujui hubungan kalian. Karena itu kah kau meninggalkan Hanna ke Paris ?” Celotehan Irina membuatku benar-benar merasa bersalah. Saat ini aku membutuhkan dukungan, bukan nasehat-nasehat yang memojokkan posisiku. Pergi ke Paris juga bukanlah keinginanku. Tetapi, jika aku tidak melakukannya aku akan lebih melukai Hanna.
“Irina, aku datang kepadamu untuk menanyakan keberadaan Hanna, bukan untuk mendengarkan ocehanmu! Kau tidak tau apa pun mengenai aku, jadi jangan pernah berkata seolah-olah aku yang paling bersalah dalam hal ini!” bentakku padanya. Irina menghampiriku, kemudian aku merasa cairan bening mengalir dari atas membasahi kepalaku. Wanita itu menyiramku dengan segelas air putih! “apa-apaan kau Irina?!”
Ia tersenyum sinis. Matanya menatapku tajam penuh rasa kebencian. “kenapa kau hanya mencintainya Evan?! Aku menyukaimu lebih dari Hanna!! Kalau wanita yang kau puja-puja itu memang mencintaimu, mengapa dia pergi?! Mengapa dia tidak tetap diam menunggmu seperti yang aku lakukan selama ini?! Aku bisa memberikanmu kasih sayang yang tidak pernah Hanna berikan kepadamu Evan!” ucapan Irina membuatku bergidik. Wanita itu sungguh menakutkan. Ia terlalu terobsesi terhadapku yang tidak pernah menyukainya sedikitpun. Tanpa pikir panjang aku langsung mengambil langkah seribu meninggalkan rumahnya.
Tampaknya datang pada Irina adalah keputusan yang salah. Tapi hanya dia satu-satunya yang tersisa. Semua orang yang dekat atau pernah dekat dengan Hanna sudah aku kunjungi rumahnya satu per satu, namun mereka juga tidak mengetahui keberadaan wanita yang sangat ku cintai itu.
Aku mulai putus asa. Aku tidak tau lagi harus berbuat apa dan pergi kemana untuk mencarinya. Akhirnya aku memutuskan untuk menenangkan diri ke tempat aku dan Hanna biasa berkunjung. Duduk di tepi pantai dan menatap lautan luas adalah kegemaran kami. Namun rasanya kini tidak sama seperti dulu. Sekarang Hanna tidak ada di sampingku, ia pergi entah kemana tanpa meninggalkan jejak.
Langit biru yang cerah mulai berubah warna menjadi oranye kekuningan. Tidak terasa aku sudah berjam-jam duduk di tepi pantai ini. Aku seperti orang bodoh. Menunggu dan berharap Hanna akan datang dan tersenyum kepadaku. Hanna, aku harus menjelaskan padamu alasan aku meninggalkanmu dan memintamu untuk menunggu tanpa waktu yang jelas, tapi di mana dirimu saat ini?
Ckrek!
Tiba-tiba saja aku melihat kilatan lampu flash. Tampaknya seseorang telah mengambil fotoku dari belakang tanpa sepengetahuanku. Aku membelokkan badanku dan ternyata dugaanku benar! “apa yang kau lakukan?! Aku tidak suka seseorang memotretku tanpa izin!” wanita itu tidak memedulikanku dan masih menatapi kamera DSLR-nya.
“ah, oh, maaf, aku tidak sengaja memotretmu. Hanya saja kau terlihat begitu menyatu dengan objek sekitar. Kalau kau keberatan kau boleh menghapusnya.” Ia perlahan menghampiriku. Ia menyodorkan kameranya ke arahku. “ini, hapuslah sendiri fotomu.” Ujarnya.
Entah perasaan apa yang menghinggapiku. Aku tidak suka seseorang mengambil fotoku tanpa izin terlebih dengan orang yang tidak ku kenal. Tetapi kali ini berbeda. Aku ingin mengambil kamera itu dan menghapusnya tapi aku tidak bisa. Hatiku berkata untuk tidak menghapusnya. “tidak perlu. Kau bisa menyimpannya.” Kataku berusaha bersikap acuh.
“sungguh?! Terimakasih! Oya, siapa namamu?” wanita itu tersenyum riang.
Tanpa sadar aku bersama dengannya sepanjang sore. Kami berbincang-berbincang tentang banyak hal hingga larut. Dan selama itu aku tidak memikirkan Hanna. Kehadiran wanita bernama Kelly yang mempunyai hobby fotografi itu telah membuatku merasa semakin bersalah terhadap Hanna. Bisa-bisanya aku bersama wanita lain dan melupakannya. Aku tidak tau, sungguh... semua mengalir begitu saja. Hanna, aku harap kau tidak marah padaku jika kau mengetahui ini. Aku hanya mencintaimu seorang.
“jadi kau pergi meninggalkannya karena terpaksa? Kalau kau tetap bersama dengannya apa yang akan terjadi?” baru 2 hari aku mengenal wanita ini, tapi aku merasa sangat dekat dengan dirinya. Kelly adalah tipe yang periang. Setiap aku menatap matanya yang berkilat-kilat, aku merasa ia memberikan aku semangat untuk tetap menjalani hidup walau perih.
“jika aku tetap bersamanya... ibu ku akan melukainya dengan cara memperkenalkan Hanna dengan Christie.” Aku tak mampu meneruskan ceritaku. Aku tertunduk berusaha tegar. Namun beberapa saat terdiam aku kembali mengangkat kepalaku yang terasa berat dan menatap Kelly untuk melanjutkan ceritaku. “Christie adalah wanita asal Paris yang di jodohkan denganku. Semua itu adalah ulah ibu ku, maksudku ibu tiriku. Ia ingin menyingkirkan aku dari rumah dan menguasai harta almarhum Papaku. 3 tahun aku menetap disana sampai pada saat acara pertunanganku dan Christie diselenggarakan, tiba-tiba ibu tiriku mengalami serangan jantung dan ia meninggal di tempat. Aku berfikir bahwa ini adalah kesempatan bagiku untuk kembali ke Indonesia dan menemui Hanna. Tapi aku masih belum dapat bertemu dengannya. Aku takut sesuatu terjadi kepadanya.”
Wanita itu memegang bahuku dengan kedua tangannya. Ia menarikku ke dalam pelukannya. “kau laki-laki yang sangat baik Evan. Mendengar ceritamu aku jadi merasa iri terhadap Hanna. Ia beruntung sekali mendapati dirimu. Aku akan membantu mencarinya.”
“terimakasih Kelly.” Ucapku pelan karena sedikit terkejut.
“sebaiknya kita pulang sekarang, langit sudah gelap. Bye Evan.” Lagi –lagi gadis itu memamerkan senyum lebarnya yang indah. Aku seperti terhipnotis olehnya. Aku tidak boleh begini. Aku harus sadar dan memikirkan Hanna.
Langkah kakiknya semakin menjauh, sosoknya pun samar-samar tak terlihat lagi oleh kedua mataku yang mempunyai minus 2. Kini hanya aku yang berada di tepi pantai ini. Ketika aku bersiap pergi dari sana tiba-tiba terdengar suara seperti bisikan angin:
“Evan, selamat tinggal... aku harap kau bahagia bersama dengannya. Terimakasih untuk semua cinta yang pernah kau berikan.”
Suara itu lembut dan sangat pelan. Tetapi aku masih bisa mendengarnya dengan jelas. Aku rasa ini hanya halusinasiku saja karena belakangan ini aku selalu berkunjung ke tempat aku dan Hanna biasa bersama. Aku begitu rindu terhadapnya sehingga aku sampai mendengar suara-suara aneh di telingaku.
Jam menunjukkan angka 8 dan aku langsung melesat ke parkiran mobil dan menginjak gas untuk pergi dari tempat itu. Di tengah perjalanan aku teringat kembali akan semacam suara atau bisikan di telingaku tadi saat di pantai. Hanna, dimana dirimu? Aku rasa aku sedang frustasi sampai-sampai mengira suara itu adalah suaramu.
Ciiiittttttt...
Hampir saja aku menabrak wanita tersebut! Untunglah aku segera menginjak pedal rem. Ketidakkonsentrasianku ini cukup untuk menyeretku ke penjara. Aku melepas seat belt dan berniat menghampirinya. Tetapi ketika aku keluar mobil aku tidak melihat siapapun. Kemana wanita itu pergi? Tanyaku dalam hati penasaran.
“Hei! Evan! Apa yang kau lakukan di jalanan sepi seperti ini?” seruan itu.. aku rasa aku mengenal suara itu.
“K- Kelly?” kataku sedikit gugup tak percaya. Suatu kebetulan yang luar biasa menurutku.
Selangkah, dua langah, tiga langakah ia berjalan mendekatiku. Sekarang ia tepat di depan wajahku. Kelly terdiam tertunduk menatap aspal jalanan beberapa saat, lalu kemudian dengan secepat kilat ia merangkulku, ia merangkulku dengan erat seperti orang yang sudah sangat lama tidak bertemu dan meluapkan kerinduannya yang membuncah. Dan pelukannya kali ini berbeda jauh dengan yang sebelumnya.
“h-hei, Kelly, ada apa denganmu?” tanyaku agak terbata-bata karena kelakuan wanita satu ini. Entah mengapa aku merasa gugup, aku tidak nyaman ia memelukku. Aku merasakan hal yang aneh dan di lain sisi aku juga tidak enak dengan Hanna.
“jangan merasa tidak enak. Aku hanya ingin memelukmu sebentar saja Evan.” Nadanya begitu lembut dan membuat aku luluh. Aku membalas pelukan Kelly dan membiarkan ia juga memelukku.
“Evan, kemana lagi kita harus mencari Hanna? Kita sudah mengunjungi rumah tempat ia tinggal dulu dan menanyakan kepada tetangga sekitar namun tidak ada yang tahu dimana keberadaan ia atau keluarganya saat ini.” aku mendengar suara Kelly yang sedang menyetir mobil. Aku tau ia bertanya padaku. Tetapi aku tidak menjawabnya. Aku diam membisu karena aku masih teringat akan kejadian semalam. Entahlah, tetapi dari nada bicara Kelly ia seperti tidak pernah melakukan hal itu.
“Aku tau Evan, kau ingin pergi ke pantai itu lagi dan menghabiskan waktu disana saja, bukan? Baiklah, aku akan menemanimu.” Ujarnya.
Sesampainya kami disana, seperti hari-hari yang lalu aku dan Kelly duduk di atas pasir putih tepi pantai tersebut dan memandangi lautan biru luas yang indah serta gumpalan awan cerah yang berbentuk seperti gulali.
“Hanna, ah maksudku Kelly... boleh aku tau dimana kau kemarin jam 8 malam?” senatural mungkin aku bertanya pada Kelly agar ia tidak curiga. Entah mengapa aku ingin menanyakan hal ini.
“ah, jam 8 kalau tidak salah aku menelfonmu tetapi handphone-mu sepertinya tidak aktif. Memangnya ada apa Evan?” wanita itu menjawab pertanyaanku sambil memotret objek-objek di sekitarnya.
Apa?! Lalu siapa yang memelukku kemarin malam?! “t-tidak, tidak ada apa-apa.” ucapku berharap Kelly tidak menyadari keterkejutanku.
Ia berdiri dan menghempaskan pasir dari celana panjang. “Evan, tolong pegang dulu kameraku, aku mau ke kamar kecil.”
“baiklah.” Kataku sekenannya.
Melihat kamera itu hatiku seperti tertarik untuk melihat foto-foto yang ada di dalamnya. Aku mulai menelusuri satu persatu foto demi foto yang diambil oleh Kelly. Dia memang wanita yang berbakat. Semua hasil potretannya bagiku begitu memukau.
“hei, kau sedang apa? melihat-lihat foto ya?” sahut seseorang yang sudah pasti Kelly. Rupanya ia kembali dalam waktu yang sangat singkat, padahal aku belum menemukan fotoku karena terlalu banyak tertimpa oleh foto lainnya.
Aku mengulurkan kamera itu padanya. “ya, hanya sekedar melihat-lihat. Kau memang fotografer yang handal menurutku.”
“haha Evan kau pandai sekali memuji. Tapi aku masih amatir dan harus banyak belajar lagi.” Ia tertawa lepas dan tersenyum lalu kembali mengambil gambar di sekitarnya.
“Evan, bagaimana kalau kita foto bersama? Kau mau tidak?” tanya gadis itu dengan mimik yang berharap aku akan mengiyakannya.
“baiklah, terserah kau saja.”
Ckrek!
“waaah Evan, lihat!” Kelly menunjukan hasil foto di layar LCD kamera itu kepadaku. Ia mengarahkan jari telunjuknya ke wajahku. “kau tampan sekali, kalau teman-temanku melihatnya mereka pasti akan berebutan untuk berkenalan denganmu haha.”
“sepertinya virusku tertular. Sekarang kau jadi pandai memuji Kelly.” Sindirku diiringi sedikit gelak tawa.
“mungkin saja haha.” Wanita itu tertawa renyah sampai matanya benar-benar menyipit.
Bersama dengannya aku merasa hal yang berbeda. Apa ini adalah rencana Tuhan untukku? Apa aku harus melupakan Hanna dan memulai kehidupan yang baru dengan orang yang baru juga? Entahlah, sempat terlintas difikiranku seperti itu tetapi aku belum berani mengambil tindakan nyata. Aku takut keputusan yang ku pilih malah akan memperburuk keadaan.
Bagaimana jika ketika aku sudah memilih Kelly, tiba-tiba Hanna muncul dan kembali? Aku tidak tau harus menjelaskan padanya mulai dari mana. Aku tidak ingin melukai hatinya lagi.
“Evan, aku akan bahagia jika kau bersama Kelly. Dia wanita yang baik. Kau tidak perlu ragu.”
Suara bisikan itu lagi! “Kelly, kau dengar suara itu?” tanyaku padanya seperti orang paranoid.
“suara apa Evan? Aku tidak mendengar apa pun, dan tidak ada suara lain selain desiran ombak di sini.”
“sudahlah, lupakan saja.” Ini membuatku gila. Suara itu kembali muncul dan membuat bulu kudukku berdiri. Apa maksud semua ini??
Nada dering handphoneku berbunyi cukup keras dan berhasil membangunkanku yang masih terlelap. Aku menekan tombol ‘jawab’ tanpa melihat siapa yang menelfon karena mataku menempel dan aku kesulitan membukanya.
“hallo..” sapaku dengan suara berat dan sedikit serak khas orang bangun tidur.
“astaga Evan, kau baru bangun tidur? Ini sudah jam 8, kau tau?!” omelan dengan intonasi yang cukup tinggi serta suara yang agak cempreng ini tidak salah lagi adalah milik Kelly.
“ah Kelly, berhenti mengomel. Telingaku sakit, kau tau? Ada apa menelfon pagi-pagi? Tidak biasanya kau begini.” Akhirnya setelah usaha yang cukup keras mataku bisa terbuka dan aku langsung melangkah ke kamar mandi untuk mencuci muka sambil masih menempelkan benda kecil itu di telingaku.
“aku sedang di tempat cetak foto. Aku ingin mencuci fotomu yang pertama kali aku ambil dan foto kita kemarin.” Ucapnya terkekeh. “setelah selesai aku akan kerumahmu untuk memberikannya. Jadi aku harap kau segera mandi karena aku tidak mau kebauan ketika berada didekatmu nanti haha.”
“ok ok, baiklah. Aku tunggu.”
“Evan, Kelly is here.” Aunty Clarice memasuki kamarku, ia adalah wanita asal Australia, ia juga istri dari kakakku satu-satunya yaitu James. Tetapi berhubung kakakku sedang mengurus cabang perusahaan keluarga di Jerman, ia meninggalkan istrinya dirumah bersama denganku dan sekaligus untuk menemaniku.
Ia berjalan ke arahku yang sedang duduk di atas kasur sambil membaca buku. “i’m happy you already moved on from Hanna.”
“i’ve never tried to do that Aunty. Hanna will always be in my mind.” Ujarku menutup buku itu lalu turun ke lantai bawah untuk menemui Kelly.
“Don’t deny Evan. Don’t ignore your heart cause your mind won’t be able to feel it.” Seru Aunty Clarice.
Perkataan Aunty-ku memang benar. Tetapi saat ini aku belum tau apa yang aku rasakan dan apa yang harus kulakukan serta kuputuskan.
“hei Kelly, sudah lama menunggu?” sahutku dari lantas atas lalu menuruni anak tangga satu persatu.
“oh h-hai Evan, tidak juga.” Suara Kelly terdengar gugup dan aneh. Seperti ada seseuatu yang ia sembunyikan dariku.
Aku baru ingat bahwa ia kemari karena ingin memberikan hasil fotonya. Aku pun menagih janji itu. “oya, boleh aku lihat foto yang sudah kau cetak? Pasti hasilnya sangat bagus.” Ucapku dengan menorehkan senyum kepadanya.
“ah i-itu.. iya hampir saja aku lupa.” Kelly langsung merogoh-rogoh ke dalam tas warna coklatnya mencari benda tersebut, tetapi tampaknya foto itu tidak ada. “mmm.. maaf Evan, aku rasa aku meninggalkannya di tempat cuci foto tadi. Aku akan mengambilnya dan segera kembali.” Aku bisa melihat dari bahasa tubuh Kelly yang canggung dan bersikap tidak seperti biasanya. Aku tau ada sesuatu yang terjadi dan ia tidak ingin aku mengetahuinya.
“tidak perlu Kelly!” pekikku cukup keras karena wanita itu sudah berada di ambang pintu dan bersiap pergi. “sini, duduklah dulu.” Kataku sambil menepuk-nepuk sofa.
Ia berjalan kaku menghampiriku dan duduk di sampingku. Aku memperhatikan air mukanya yang gusar dan agak pucat. “Kelly, tatap aku!” perintahku. Dengan terpaksa ia memutar kepalanya 90© dan berusaha memandangku. “Ada apa sebenarnya? Apa yang kau sembunyikan dariku?” tanyaku mendalam.
Gadis itu mengalihkan tatapannya dan tertunduk. Aku bisa mendengar dengan jelas bahwa ia sekarang tengah menangis sesenggukan. “aku berbohong Evan. Ambilah di dalam tasku dan lihatlah sendiri.”
Aku mengikuti perkataannya. Tapi untuk apa Kelly berbohong? Ini hanyalah foto. Batinku terus bertanya seperti itu sampai akhirnya aku mendapatkan benda yang kucari.
Terdapat 2 lembar foto dan foto yang pertama kulihat adalah foto aku dan Kelly saat di pantai kemarin. Kelly terlihat cantik dan begitu ceria di foto tersebut. Hal apa yang harus ia khawatirkan sampai-sampai ia berbohong padaku? Aneh sekali pikirku.
Foto selanjutnya... mungkin ini adalah alasan Kelly bersikap begitu. Aku tidak percaya melihatnya. Aku benar-benar shock. Jantungku berhenti berdetak dan seluruh syarafku mati selama beberapa saat. Aku tidak tau apakah ini editan semata atau foto asli sungguhan.
“Kelly, tolong jelaskan padaku. Kau yang mengedit fotoku, iya kan Kelly?!” aku menaikkan nada bicaraku terhadapnya karena foto ini memang sulit dipercaya.
“tidak Evan. Aku tidak mengeditnya. Aku juga tidak tau kenapa hasilnya bisa seperti itu.” suara parau dan tangisnya yang tak henti membuatku merasa bersalah. Aku telah menuduhnya melakukan itu. Aku telah bersikap kelewatan kepada wanita ini.
Aku memeluknya dalam sekejap. Aku tak mengerti mengapa aku bertindak seperti ini. Mungkin perkataan Aunty Clarice benar. Aku tidak boleh menyangkalnya. Aku tidak boleh mengabaikan hatiku karena pikiranku tak akan mampu merasakan kebenaran yang dirasakan oleh hatiku.
“maafkan aku Kelly. Aku tidak bermaksud menuduhmu. Aku... aku hanya... ini sulit sekali dipercaya. Tapi aku harus mengatakan ini padamu.” Aku melepaskan pelukanku perlahan lalu menggengam tangannya dan memandang matanya lekat-lekat. “aku menyukaimu Kelly. Sungguh. Ini nyata perasaanku yang sebenarnya. Kau pasti meragukannya, tapi aku mohon kali ini percayalah. Sejak pertama berkenalan denganmu aku mulai merasa bayangan Hanna memudar dan perlahan kau menggantikan posisinya dihatiku. Senyumanmu memberikanku semangat. Tawamu telah merubah aku yang dulu selalu menyalahkan diri sendiri karena meninggalkan Hanna. Aku jujur dengan ucapanku Kelly.”
Ia berhenti menangis dan menatapku. Tatapan matanya tampak sedang mencari-cari kejujuran didalam mataku. Tiba-tiba saja wanita itu merangkulku erat sekali.
“akhirnya kau bisa mencintai orang lain. Aku sangat bahagia Evan. Maaf aku menggunakan tubuh Kelly untuk berbicara denganmu. Kau begitu serasi dengannya. Satu saja permintaanku Evan, aku ingin kau dan Kelly datang ke tempatku.” Suara itu! Aku ingat sekarang. Ini adalah suara Hanna!
“tidak, Hanna, jangan pergi!” aku semakin mempererat pelukanku.
“Evan, aku tidak punya banyak waktu. Aku harus pergi setelah aku dapat berbicara denganmu. Terimakasih untuk semua cinta yang pernah kau berikan. Kau adalah pria yang istimewa bagiku.” Aku meneteskan air mata mendengar perkataan Hanna. Bagaimana bisa ia meninggal? Apa yang telah terjadi?
“tunggu! Hanna, apa yang telah terjadi padamu?” dengan cepat aku melepaskan dekapanku dari tubuh Kelly yang berisikan roh Hanna.
“a-aku... meminta keluargaku untuk pindah kuliah ke Bali. Aku berharap bisa melupakanmu di sana. Tetapi aku salah, aku justru semakin merindukanmu yang tak kunjung datang. Nilaiku juga menurun drastis, dan aku tidak ada orang yang mau dekat denganku karena mereka berfikir aku wanita yang aneh dan selalu menyendiri. Mereka menjauhi aku dan memandangku sinis. Karena aku tidak tahan akan cobaan ini, akhirnya aku menjatuhkan diri dari lantai 5 gedung asramaku. Evan, aku malu sebenarnya menceritakannya padamu. Aku wanita yang lemah, tapi kau harus tau. Aku tidak ingin membuatmu terus bertanya-tanya dan mencari aku yang bahkan sudah tiada.” Kelly, melalui dirimu aku dapat melihat tatapan sedih Hanna. Aku bisa merasakannya.
“Hanna, kemana aku harus pergi?” tanyaku polos.
“aku akan menyampaikannya pada Kelly. Aku harus pergi Evan. I love you, goobye...” setelah mengucapkan kalimat terakhirnya tubuh Kelly kemudian terkulai lemas, pingsan di atas sofa.
Jumat, 11 November 2011 - Denpasar, Bali
Aku dan Kelly saat ini berada di tempat, di mana Hanna dimakamkan. Ternyata setelah meninggalnya Hanna, orangtuanya kembali ke kampung halamannya di Manado. Aku tak dapat bersua. Aku masih belum menyangka nisan di hadapanku ini benar-benar miliknya. Meskipun tertulis jelas dan lengkap nama “Hanna Isabel Maria” namun di dalam hatiku, aku berharap ini adalah Hanna Isabel Maria yang lain, bukan Hanna yang ku cintai.
“Evan, cepat letakkan bunga melati putih itu. Hanna pasti sudah menunggu momen ini. Aku yakin dia bahagia di atas sana.”ujar Kelly yang berdiri di sampingku yang sudah lebih dahulu menaruh bunga di atas makam Hanna.
Tanganku gemetar ketika akan menaruh bunga tersebut. Aku seakan tak mampu menghadapi kenyataan ini. Tetapi Kelly menggengam tanganku. Ia membantuku dengan senyum ikhlasnya. Tak terlihat sama sekali kecemburuan di wajahnya walau ia tau masih ada sebagian dari Hanna yang tertinggal di dalam diriku.
Aku mengeluarkan selembar foto dari dompetku dan menaruhnya di dekat bunga melati putih itu. Ya, foto yang ku taruh adalah hasil jepretan Kelly yang membuatku tersentak kaget. Foto itu adalah fotoku saat pertama kali aku dan Kelly bertemu. Ia memotretku dari belakang, dan ternyata terdapat sosok bayangan Hanna yang cukup jelas di dalam foto tersebut setelah dicetak. Ia terlihat sedang duduk di sampingku, dan yang membuatku lebih terkejut yaitu ia tampak seperti mencium pipiku. Saat pertama kali melihatnya aku meneteskan air mata karena begitu tak percaya. Namun, biar bagaimanapun itu adalah kenyataannya.
“Kelly, tetaplah bersamaku dan jangan pernah meninggalkan aku. Karena apa pun yang terjadi aku tidak akan pergi darimu.” aku memeluknya dengan erat. Aku tidak akan lagi menyia-nyiakan wanita yang berharga dalam hidupku. Cukup sekali aku berbuat kesalahan dan tak akan aku mengulanginya.
“Evan, thank you for loving me.” Bisiknya di telingaku.
Hanna, you never really left. I’ll always remember you. I can’t forget you or erase you from my heart. I’m able to get my happiness with Kelly, and i hope you’re smiling seeing us from up there.
I will watch you through these nights..
Rest your head and go to sleep..
This is not our farewell..
(Within Temptation – Our Farewell)
DE END





